Sebenarnya berada di type manakah aku saat ini. Apakah aku suka ditraktir atau suka mentraktir. Kalo aku sendiri sebenarnya kalo punya uang suka mentraktir orang, tapi dengan catatan punya uang lho yah. Kalo gak punya ya namanya memaksakan diri sendiri itu juga tidak baik. Xixiixixi…. Walaupun ada pepatah yang mengatakan tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Dari tadi aku berpikir sesorang yang memiliki jiwa yang sangat kuat untuk mentraktir orang lain mungkin dia mempunyai jiwa enterprise yang cukup tinggi karena otomatis mereka ini akan selalu mengeluarkan uang buat meng-entertaint rekan bisnis nya supaya tidak lari ke perusahaan lain, belum lagi mengeluarkan uang untuk menggaji karyawannya, membayar sewa gedung kantor, membayar listrik telpon air, dll. Bisa dibayangkan setiap bulannya merogoh kocek yang tidak sedikit. Nah sekarang kita bandingin sama orang yang suka ditraktir biasanya orang tipe ini cocok menjadi karyawan biasa yang digaji rutin tiap bulan, diperas tenaganya buat mencapai target diperusahaan tersebut.

Disinilah kita harus mulai merubah jalan hidup kita sendiri mulai sekarang berupayalah supaya selalu memberi daripada menerima. Tentukan juga nasib kita apakah kita ingin menjadi karyawan trus selamanya atau menjadi bos yang bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain, bisa bangga kalo ditanya sama teman-teman kerja dimana sekarang. Atau setidaknya kita bisa melakukan ibadah lah dengan meberikan kehidupan berupa materi kepada anak istri karyawan kita tersebut.

Disini lah sebenarnya tujuan aku mengambil kuliah magister yang berhubungan dengan management strategic. Dimana aku ingin menerapkan ilmu aku tersebut dengan tidak mengandalkan feeeling belaka akan tetapi lebih mengandalkan analisa, teori, monitoring, dan mengimplementasikan dengan baik walaupun mungkin tidak bisa dipungkiri feeling tetap memegang peranan yang sangat penting. Mungkin sebagian orang berkata dalam berbisnis itu tidak memerlukan teori seperti layaknya kuliah asal kita berani dan nekat pasti bisa. Atau ada yang mengatakan orang pintar itu selalu mengandalkan logika nya makanya kalo berbisnis suka ragu-ragu. Sedangkan orang yang gak begitu pintar kalo berbisnis pasti sukses karena mereka nekat dan berani sebagai modal utama mereka. Mungkin ada benernya itu berani dan nekat menjadi modal penting untuk memulai suatu usaha akan tetapi setelah bisnis kita tersebut sukses mau dibawa kemana kedepannya setidaknya diperlukan bisnis plan 5 tahun kedepan dan itu tidak bisa sembarangan dilakukan dengan modal nekat dan berani. Harus punya strategi supaya usaha tersebut terus berkembang dan menjadi semakin maju.

Seperti tokoh yang menjadi idola aku Warren Buffet, aku sangat suka sekali dengan alur hidupnya dan petuah-petuahnya. Kalau membaca biografinya dia memulai bisnisnya dengan modal nekat dan itu gagal. Akan tetapi karena dia orang pintar dia selalu belajar dari pengalamannya terdahulu, kalau gagal lagi belajar lagi. Jangan sampai menyerah. Seperti layaknya kalo kuliah apabila mendapat nilai D kita harus ngulang, ngulang lagi dan mencari tahu dimana titik kelemahan kita.

Dimana modal seorang enterpreanur hanya NEKAT, BERANI, SELALU INGIN BELAJAR, SEMANGAT YANG TINGGI, ANALISA YANG TAJAM, KESIMPULAN YANG TEPAT DITENGAH KONDISI YANG SULIT, DAN PANTANG MENYERAH.

Mau dibawa kemana tujuan hidup anda kedepannya? Anda yang tentukan sendiri? Hidup cuma sekali jangan sampai salah melangkah…