Bumi Cinta adalah sebuah novel romansa religius dimana tetap mengusung predikat novel pembangunan jiwa. Membaca buku karangan Habiburrahman El Shirazy yang satu ini memiliki daya magnet tersendiri dan menyihir saya untuk selalu menarik halaman yang satu ke halaman yang berikutnya.

Settingan bumi Rusia, khususnya moskow pada musim dingin yang digambarkan penulis dengan begitu apik nya sehingga membuat saya tenggelam dengan keindahan alam Moskow dimana taman-taman ditutupi oleh salju, perempuan-perempuan rusia dengan daya tarik yang memikat dibaluti oleh jaket tebal nya lalu lalang di jalanan, stasiun bawah tanah yang rapi dan bersih, serta bangunan bersejarahnya yang selalu terawat menggambarkan betapa orang-orang rusia begitu menghargai peninggalan kebudayaan mereka.

Alkisah buku ini hampir sama dengan buku-buku terdahulu nya tentang seorang pemuda yang begitu menjaga kesucian dirinya karena begitu takutnya akan dosa kepada Allah SWT. Pemuda itu bernama Muhammad Ayyas, seorang pemuda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Pasca Sarjana Delhi, India. Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ingin mengerjakan tugas penelitian dari dosen pembimbingnya mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia Pada Masa Pemerintahan Stalin.

Hal inilah yang mengharuskan dia mesti melakukan kajian dan eksplorasi yang begitu mendalam dan bener-bener detail. Tibalah Ayyas di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya David. David inilah yang mencarikan apartemen, dengan alasan keterbatasan dana yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David bisa mendapatkan apartemen dengan berbagi bersama dua orang wanita Rusia yang cantik jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas bermula dari sini.

Perasaan dilema Ayyas mulai diuji, dia takut keimanan nya menjadi surut dikarenakan tidak bisa menjaga nafsu apalagi wanita rusia itu cantik jelita, termasuk teman satu apartemen Ayyas yang bernama Yelena dan Linor. Yelena adalah seorang pelacur kelas atas sedangkan Linor adalah seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mosad. Ternyata godaan keimanan Ayyas untuk menjaga kesucian dirinya  tidak hanya sampai disitu, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan kepada Ayyas dikarenakan dia ditugaskan keluar kota selama 4 bulan lamanya, maka dari itu tugas tersebut diembankan kepada asistennya seorang gadis muda cantik jelita yang bernama Anastasia.

Interaksi yang intens antara Ayyas dan Anastasia menimbulkan ketertarikan dan rasa simpati di hari Anastasia kepada Ayyas. Bahasa Ayyas yang lugas, cerdik, dan pintar semakin menambah kekaguman dihari Anastasia. Dilain pihak Yelena yang seorang pelacur papan atas mendapatkan masalah yang cukup pelik dengan sang mucikari, karena ternyata mucikari ini adalah istri seorang mafia tertinngi yang ditakuti di Jerman. Begitupun dengan Linor si Agen Mosad yang selalu terlibat pembunuhan seorang tangan kanan agen mafia yang paling ditakuti di Moskow. Dan juga linor telah menyiapkan rencana jahat untuk menjebloskan Ayyas kedalam penjara dengan menyiapkan fitnah bahwa Ayyas adalah pelaku pengeboman di Hotel Metropole.

Dan diakhir cerita kita akan diceritakan tentang pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Dan ternyata Linor memiliki darah seorang Palestina. Padahal selama ini dia dengan begitu bangganya mempunyai keturunan darah murni Yahudi dikarenakan kedua orang tuanya serta nenek kakeknya adalah seorang Yahudi.

Sebenarnya hal yang membuat saya kurang sreg dibuku ini adalah sosok Ayyas. Apakah ada didunia nyata ini sosok yang begitu sangat sempurna cerdas, tampan, romantis, sopan, ramah, sholeh, peka terhadap lingkungan, memiliki keimanan yang sangat kuat. Dimana pemuda perfect ini dicintai oleh perempuan rusia yang cantik, menawan, dan berkelas. Dan aku rasa karakter Ayyas yang digambarkan oleh pengarang terlalu berlebihan. Ending ceritanya pun menggantung karena disini Linor telah bertobat dan dia ditembak oleh agen Mosad. Apakah Linor masih hidup atau meninggal. Sumpah ini membuat aku penasaran habitzzzzz…. Soalnya kalo Linor hidup dia akan dinikahi oleh Ayyas..😀

Akan tetapi, yang membuat aku seneng membaca buku ini tetap pada pesona kota Moskow yang amat sangat terperinci, mulai dari stasiun bawah tanah, pusat perbelanjaan, bangunan bersejarah, lokasi-lokasi strategis, makanan khas Rusia, gaya hidup masyarakat rusia, serta mafia pemegang kekuasaan di Rusia. Disini imajinasi aku bermain dengan sangat cepat. Dan hasilnya aku pengen sekali ke Moskow tapi tidak pas musim dingin. Musim Semi kayaknya lebih okay tuyy.. Soalnya bisa poto-poto.. *teuteup narsis*

Sheremetyevo Airport

Apartemen Kwartina (Tempat tinggal Ayyas)

Stasiun Metro Smoleskaya

Stasiun Metro Kievskaya

Stasiun Metro Komsomolskaya

Hotel Metropole