Weekend telah tiba. Mari kita liburan dan saatnya bersantai, maka aku memutuskan menghabiskan end of January di Negeri Singa Putih. Hanya sekedar have fun dan reflexing. Aku sangat suka dengan Negeri Singa Putih ini karena kotanya rapi, teratur, bersih, bebas polusi, tenang, dan penduduknya baik-baik selalu bikin aku berada di comfort zone jika ke negara ini. Aku juga suka tempat shopping nya, selalu up to date barang-barangnya dan barang-barang branded nya kadang-kadang lebih murah daripada Indonesia, tapi shopping kadang kala membuat aku sedih karena membuat isi dompet tipis walaupun ada rasa puas tersendiri melihat barang-barang belanjaan.😀

Jum’at jam 7 pm aku berangkat ke singapure, tiba disingapure jam 21.10 pm. Setelah semua urusan beres di bagian imigrasi nya. Aku langsung mencari skytrain menuju MRT. Membeli kartu MRT atau yang biasa disebut ez Link kira bisa mengeluarkan uang sebesar SGD USD 15, tapi hanya bisa kepakai SGD USD 10, sedangkan $ 5 nya itu buat pembayaran kartunya. Tapi kalo saldo kita lebih dari $5 bisa di refund utuh kok. Jadinya kita nggak ngerasa rugi banget….😀 urusan poembelian Ez Link pun beres aku segera mencari peta MRT nya, peta ini membantu banget, peta nya juga mudah dibaca dan dimengerti. Dan dengan gampangnya aku pun bisa tiba di orchard dengan selamat dan cepat. Sesampainya diorchard kita mulai dey mencari penginapan, walaupun susah akhirnya dapat juga biasalah kalo weekend gini banyak orang Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea yang menuh-menuhin Singapure.

Keesokannya  aku habiskan disekitaran orchard, dhabi gaut, joon kun, bugis, bukit datok, mustafa. entah mengapa aku kurang senang berada di wilayah mustafa, aku merasa kurang nyaman dengan kondisi lingkungannya dan aroma udaranya. Yang selalu bisa bikin aku mual dan eneg. Akhirnya aku memutuskan mengakhiri perjalanan disana secepat klilat. Dan beralih ke city walk ajah, lebih enakkan di mall sejuk dan wangi. Setelah jalan-jalan kesana kemari, bugis adalah tempat fashion ke dua yang asyik setelah orchard, itu siy menurut ku. Tapi karena cuma bisa ngeliat ajah dikarenakan takut isi tabungan terkuras banyak, aku memutuskan buat nonkrong-nongkrong ajah diperkampungan cina. Lumayan buat mengistirahatkan kaki. Karena udah malam juga dan kaki udah nggak mau diajak kompromi akhirnya aku pulang lagi ajah ke penginapan. Kaki aku pegel banget kayak kapalan gitu, padahal aku sudah pakai crocs lo sepatu yang nyaman banget. Sumpeh dey, kelihatan banget gak pernah olahraganya. Habisnya keluar MRT nya itu jalan nya panjang dan berliku banget *mulailebaydanmanja* Siapin aja dey pokoknya sepatu yang nyaman, cemilan, serta air putih yang banyak. You will be need it.

Hari terakhir aku habiskan di tempat wisatanya, karena aku harus memilah-milah waktu antara ketempat shoppingnya dan ke tempat wisata nya. Pokoknya harus berlaku adil dey. Jadinya aku perginya ke daerah sekitaran marina bay dan rafles. Awalnya siy pengen ke Sentosa Island, tapi karena waktu yang nggak memungkinkan kesana akhirnya aku hanya berpose-pose ajah disekitaran marina beach dan marlion park. Setelah capek numpang duduk di starbucks, sambil melemaskan kaki soalnya kakinya pegal banget dari kemarin. Dan mulai mencari akal untuk menghabiskan waktu beberapa jam sebelum pulang ke Jakarta, akhirnya jalan-jalan lagi dan lagi di wisma atria, paragon, city walk sambil masuk toko dan keluar toko mana tau melewatkan barang-barang yang lucu-lucu dan murah-murah. Tapi ternyata aku gak menemukan apa-apa dan hanya mendapatkan capek aja. Tapi karena aku kreatif dan pintar, Aku nggak mau dongs sia-sia ajah waktu aku akhirnya aku poto-poto lagi dan nongkrong ajah dipusat minuman yang ada Wifi nya. Lumayan lah internet gretongan dengan membeli segelas minuman.

Finally, waktu menunjukan juga jam 5 siap-siap berangkat ke Changi Airport. See you, Singapure. I will back later..

Always following and keeping my blog yah every body and see you the next journey. I hope some day i can be visited Europa cities. *kisskiss*

The last, i like Singapure city but i love Indonesia. Berharap Indonesia dapat meniru kebiasaan bangsa singapure, yang selalu aman, bersih, penduduknya nya baik-baik, dan bebas polusi.