Sebuah kisah  nyata percintaan dan pengorbanan, seorang sahabat ku yang bernama Lani dan Mantan pacarnya yang bernama Mas Ridu (bukan nama sebenarnya)…

Kisah yang bermula dikampus Putih-Biru, Laboratorim Fisika yang berawal dari Cinta pada pandangan pertama antara sang pratikan dan asistennya. Senyuman, cara berbicara, tatapan mata, dan keramahan yang begitu menarik dari si cowok. Dan si cowok juga merasakan hal yang sama, dia jatuh cinta pada saat pertama kali melihat cewek tersebut. Maka setiap hari Selasa Mas ridu selalu menyempatkan diri untuk menjadi asisten walaupun dia sibuk mengerjakan TA nya. Akan tetapi agar bisa bertemu dan melihat wajah Lani maka dia selalu menyempatkan diri.

Akhirnya setelah 6 bulan, Mas Ridu menyatakan perasaan nya kepada Lani di Perpustakaan Kampus Putih-Biru, dan di mulai nya kisah2 diantara mereka..

Sebulan jadian, akhirnya Mas Ridu harus meninggalkan Lani karena dia di terima kerja di Perusahaan Telekomunikasi. Proses penempatan pun terjadi, ternyata dia di tempatkan di Semarang dengan posisi Junior Manager. Dan Mas Ridu berjanji akan mengumpulkan uang bwt biaya nikah dan akan selalu mengunjungi Lani minimal 2 minggu sekali (pp Semarang-Bandung).

Betapa banyak yang berharap hubungan mereka lancar, betapa banyak pengorbanan yang di berikan, betapa banyak rasa sayang diantara mereka. Tapi kenapa…………

Andai saja waktu bisa di putar, gadis kecil mu ini akan selalu mendengar kan semua kata-katamu, selalu menuruti omongan mu, dan berharap kamu jangan tinggalkan aku………………………………………………

Sekarang…

Gadis Kecilmu memakai Hijab

Gadis Kecilmu rajin sholat tanpa di paksa2 lagi

Gadis Kecilmu berjanji nggak akan pernah ngambek

Gadis Kecilmu akan selalu belajar dan ngagak pernah main game lagi

Gadis Kecilmu akan menuruti seluruh kata2 mu mengikuti apa yang kamu inginkan

Gadis Kecilmu………………..

Mas ridu, seandainya kamu tau betapa susahnya ngejalanin hari2  selama kamu nggak ada, nggak ada tempat curhat, nggak ada tempat mengadu, nggak ada tempat bercerita. Dalam sehari kamu ada trus di sampingku saat susah saat seneng walaupun itu cuma by phone ajah. Setiap jam aku bisa mendengar suaramu, betapa sesak napas ku bila nggak bisa mendengar suara mu. Menemani belajar, menemani makan, menemani tidur walaupun itu cuma melalui telp. Masih ingat kah tiap kamu ke Bandung aku selalu sibuk, pratikum ini pratikum itu, tugas ini tugas itu, kamu selalu menemani aku.. Masih ingat kahn waktu aku ada tugas Mikro malam2 dan diwajibkan datang ke Lab, kamu menemani dan kamu duduk di depan perpustakaan malam2 walaupun ku tahu pasti banyak nyamuk. Tapi kamu nggak pernah ngeluh atau capek pada saat menemani ku. Dan ku tahu pasti capek rasanya setelah menempuh perjalanan Semarang-Bandung.

Just wanna say I LOVE YOU…

Mas andai aku nggak aku nggak cemburu dan bisa mendengar omongan mu dulu dan bersabar sampai kamu ngejelasin. Mungkin kita masih bisa bersama saat ini. AKU BENCI SAMA DIRI SENDIRI. Mas rasanya sakit sampai sekarang aku kehilangan mu.

Sakit rasanya mendengar kabar mu ingin menikah dengan cewek pilihan mu, padahal hubungan kita belum jelas. dan kamu belum ngucapin selamat tinggal ke aku.

Harapan ku aku ingin bertemu dengan mu walaupun ku tahu itu tak ada gunanya. Aku ingin melihat pernikahan mu tapi aku lagi sakit keras tepat di hari pernikahan mu. Aku ingin………

Aku ingin menjadi cewek yang tegar, aku ingin mendapatkan mimpi2 ku, dan aku ingat kata-katamu waktu kamu bilang kamu ingin nikah. Aku ingin bilang aku buakn gadis kecilmu lagi, aku udah dewasa sekarang. Aku ingin seperti kamu mas.. Apa adanya, Low profile, kalem, baik… Kamu bilang nggak ada gunanya pacarn lebih baik langsung nikah saja.. Mas Ridu aku ingin.. Doakan aku menemukan lelaki yang tepat……..

Aku Sayang Kamu..Atas sgala perhatian mu pada ku..Aku bahagia mengenalmu..

Andai kau belum nikah, pasti kisah ini akn berbeda…….

Seseorang yang selalu kesepian…

Seseorang yang selalu sedih….