Latest Entries »

Hai handsome n Beautiful,

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2012, gimana dengan kalian semua apakah roadmap 2011 banyak yang achieve? Kalo aku inshaallah roadmap 2011 hampir semua yang achieve. Sedangkan untuk 2012, aku masih belum sempat update atau revisi niy, banyak banget masalah internal yang bikin malas untuk mikir what, why, who, when, how…. yang ingin aku kejar di 2012. Mungkin dari sebagian kalian ada yang buat plan hidup sampe 3 atau 5 tahun kedepan sedangkan aku tiap tahun aku selalu update dan ganti.

Kadang kala ketika aku hendak bikin plan hidup aku, aku gak hanya menargetkan apa yang ingin aku capai tapi aku selalu bikin langkah-langkah untuk mencapai tujuan nya. Sebaiknya langkah-langkah yang dibuat itu tidak hanya satu kalo bisa ada phase-phase nya atau langkah B hal ini untuk menghindari langkah A yang gagal.Yang paling penting untuk diingat jika kita membuat plan, maka kita selalu ingat apa tujuan kita hidup didunia kemudian serahkan kepada Dia sebagai penentu hasilnya. Tapi yang harus diingat kita harus tetap berusaha dan berdoa jangan menyerahkan begitu aja.

Sekilas plan hidup saya di 2011 yang achieve yaitu :

1. Kuliah s2 : saya melakukan ini untuk menyenangkan kedua orang tua saya. Awalnya saya sempat berpikir ngapain siy saya kuliah lagi, pasti capek banget. Akhirnya saya mikir lagi, toh juga Allah menyuruh umat manusia untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina. Selain itu saya dapat membuat ortu bahagia karena mereka ingin sekali melihat saya mendapatkan gelas master. Dan juga ada keuntungan positifnya saya bisa bertemu dengan teman-teman yang awesome sekalian membangun networking. Setelah itu dengan gaungnya UI yang terkenal sejagat Indonesia menciptakan pride tersendiri.

2. Kerjaan, aku udah bikin plan bahwa setelah 2.5 tahun kerja minimal saya harus menjadi supervisor. Kemudian apa yang harus saya lakukan, dengan membangun kepercayaan atasan kalo saya mampu mengemban kepercayaan yang diberikan. Setelaj itu saya mesti bekerja maksimal. Terpikir dibenak saya  dengan naiknya jabatan saya  otomatis gaji saya bertambah sehingga sedekah saya juga bisa semakin bertambah. Otomatis tabungan gw diakhirat juga bertambah. Dan tada, tiba-tiba Maret 2011 aku dipromosiin jadi Supervior. It’s so amazing cause i’m so young!!

3. Puasa senin kamis, nah ini hal TERSULIT yang aku bisa lakukan. SULIT bgt malahan bisa dihitung berapa kali gw puasa senin kamis atau malahan gak pernah kali yah. ——-> Gak Achieved

4. Sholat Dhuha, nah penyakit gw di 2010 gw malas banget sholat dhuha.  Akan tetapi di 2011, aku memiliki keyakinan harus BISA. Sehingga apa yang aku lalukan, sholatnya dikosan ajah. Gak mungkin aku lupa lagi khan. Dan insyaallah sekarang tiap hari sholat dhuha, hitung2 memperlancar rezeki tiap harinya.

5. Umroh, kemarin di 2011 ingin banget bisa umroh akan tetapi apa daya..  financial aku gak menunjang. Banyak banget pengeluaran uang kuliah jadi nya mau bagaimana lagi harus ter PENDING. —–> Gak Achieved

6. Shopaholic, ini niy penyakit banget. Rencananya aku mo kurangin belanja belanji yang gak penting. Apalagi ada plan mau nikah otomatis akan ada banyak pengeluaran. Akan tetapi tetap aja gw gak bisa menahan nafsu, susah yah emang, tapi yang pasti di 2011 lumayan menurun pengeluaran berbelanja aku bisa dilihat ditagihan kartu kredit aku yg gak sebanyak di 2010. Makanya aku paling suka belanja pake CC hal ini bisa di simpan sebagai kenangan untuk dibikin di Ms. Excel trend belanja aku perbulannya. ——> setengah Achieved

7. Menikah, plan aku di 2011 sebenarnya harus ada keputusn yang pasti kapan aku akan menikah dan dengan siapa. So buat plan yang ini doain ajah yah  yang terbaik, sebenarnya mo nulis banyak mengenai ini tapi aku mo kasih kejutan buat 2012!!😀

Sekilas plan 2011 Lia Willyarti, walaupun gak semuanya bisa aku tulis karena begitu banyak. Akan tetapi itulah gambaran luas yang bisa aku berikan.

Today, 14 November 2011 dimana ada 47 hari lagi memasuki 2012. Dan seorang Lia Willyarti akan memikirkan roadmap dia untuk kehidupan yang lebih baik lagi di 2012. Dan semoga untuk memasuki tahun 2013 aku bisa membuat roadmap dengan someone yang tidak pernah berhenti mencintaiku. #lebay #norakyahgw #jijikjugagwbacanya

Noted :

Pada tanggal 11 11 11 yang seharusnya angka cantik dengan cerita yang cantik juga, hidup aku tiba-tiba berubah jadi suram. Banyak cobaan yang datang, rasanya seperti kehilangan kepercayaan terhadap seseorang. Akan tetapi inilah pengalamn hidup, bagaimana menghadapi cobaan itu. Dijadikan pembelajaran aja buat kedepannya semoga tidak akan diulangi lagi.

xoxo……..

Happy Monday Everybody!!!!

 

Tolong hargai wanita berjilbab

Masih mengenai hijab yang saya pakai, Jum’at siang 9 September 2011 ada temannya @buayaempang yang tiba-tiba mention saya juga. Dan tetap saya gak kenal niy orang niy. Bayangkan ditengah mikir masalah WiMax, AHA, Beasiswa ditambah lagi masalah dengan ini orang. Mikir juga dalam hati salah apa siy saya. Ada satu perkataannya jahat sekali yang sumpah bikin saya tersinggung (dalam hati berdoa juga siy pas dijahatin kayak gini, semoga beasiswa gw lancer urusannya lumayan khan buat modal nikah dan umroh). Berikut akan saya bahas tweetnya si @kura2lincah :

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang jilbab itu adalah budaya Arab, bkn Islam, makanya aku gk mau bilang pke jilbab itu ngikutin syariat islam #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang ngikut ah, menurut pemahamanku wanita muslim itu HARUS menutup aurat dan berpakaian sesuai Quran #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang untuk menutup aurat, Quran punya istilah #hijab (penutup)

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Di QS 33:59 ada tertulis untuk wanita ‘hendaklah mereka mengulur #hijab nya keseluruh tubuh mereka’

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang #hijab tidak harus memakai jilbab atau kerudung, yang penting hijabnya itu menutup sesuai dengan syariat

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang batas aurat yang aku phami, yg boleh kelihatan muka, telapak tangan, kaki(sampai sbatas mata kaki), lain ga blh #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Selain itu, ini yang paling penting, #hijab yang dipakai tidak boleh membentuk badan, harus longgar dang a ketat

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Dan hendaklah #hijab itu menutupkan kain kerudung kedadanya QS 24:31

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang sudah jelaskan? #hijab dan jilbab? Apakah dengan jilbab itu sudah pasti sesuai syariat? Menurutku belum –> Disini gw kasih komentar lihat tulisan dia ,  Allah menyuruh wanita menutup tubuhkan dari atas sampe bawah kecuali batas aurat sedangkan di statement pertama dia setuju dengan @buayaempang. Dimana @buayaempang menyatakan “IMO, Allah tidak pernah menyusahkan wanita dengan kewajiban untuk menutupi bagian-bagian yang biasa terlihat seperti  lengan, rambut, pipi, n leher” Ambigu banget!!

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang #hijab Coba lihat jilbab jaman sekarang, jilbabnya ketat, lekuk tubuhnya nampak, dada kelihatan *bikin sempit celana gw aja* –> SUMPAH INI KATA KASAR BANGET!!! sadar boy lo punya ibu yang melahirkan lo, mungkin ada saudara perempuan : gimana ada cowok yg ngomong didepan muka ibu lo, gila pakaian ibu membuat celana gw sempit aja *hati lo sakit khan*

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang klo mo ikut syariat, jangan setengah2, baju harus sesuai juga dunk *dhn anggapan make jilbab sudah ikut #hijab dn syariat

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Seperti pemahahaman, Quraish Shihab, jilbab bukanlah suatu kewajiban krn masih ikhtilaf (kontrovesi) #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang #hijab Menurutku, mungkin Quraish Shihab lebih fokus dengan CARA kita berpakaian sesuai hij (cont) http://t.co/6E9nXGr –> sory yah boi gw malas baca cont nya secara twitter micro blogger Cuma 140 karakter.

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Quraish Shihab menyarankan berpakaian yang menutup rambut, sopan, tidak memperlihatkan lekuk tubuh .

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Jadi kalau cm alasan ‘pake jilbab aja ah, ikut Quran, baju masih ngikut jaman sekarang, yang longgar enggak bgt’ #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang Ya mending gak usah make jilbab, hablumminannas aja sekalian, nyenengin sesama manusia :p *otak sudjiwotedjo* #hijab

Kura2lincah : @lialaya @buayaempang itulah #hijab menurut pemahamanku yang msh nubie, koreksi kalo ada yang salah :p

Kura2lincah : Sebelumnya, maaf lahir batin ya J @lialaya @iyankwhite

Pendapat aku,

  1. Bener sekali hijab itu tidak menampakkan lekuk tubuh, lingkaran dada akan tetapi intinya jelaskan memakai hijab itu dengan menutup aurat itu dianjurkan.
  2. Sebenarnya kamu itu muslim gak siy? Sesama muslim seharusnya saling mendukung dan memperingati bukan saling melecehkan dengan kalimat Coba lihat jilbab jaman sekarang, jilbabnya ketat, lekuk tubuhnya nampak, dada kelihatan *bikin sempit celana gw aja*  Mas, kamu sebagai orang yang berpendidikan tinggi pantas gak siy ngomong begitu. Ingat kamu punya ibu, adik perempuan, bahkan mungkin kakak perempuan.Bagaimana jika mereka dibegitukan oleh cowok. *sedih gak kamu*

Jujur, boleh tanya sama semua teman-teman saya, tidak pernah sekalipun saya memaksa mereka untuk menggunakan jilbab karena ini merupakan kesadaran individu dan tanggung jawab mereka sendiri sama dengan Dia.  Tetapi kenapa anda mencemooh org2 yg menggunakan hijab yang kata anda percuma aja kalo menampakkan lekuk tubuhnya. Setidaknya mereka sadar dan selangkah lebih maju ketimbang yang tidak memakainya. Nah, itulah fungsinya sesama umat muslim saling mengingatkan bukan mencela seperti anda.

Banyak orang-orang yang belum memakai hijab bilang, ingin menjilbabi hati terlebih dahulu sebelum menjilbabi tubuh. Walaupun menurut pemikiran ku ibarat ada nasi beserta lauk pauk terhidang dimeja makan dengan dikelilingin lalat tetapi siempunya hanya ingin menyelimuti lauknya saja tetap aja seluruh isinya pasti ternoda dengan lalat. Lain halnya jika seluruh piring diselimuti otomatis lauk pauknya juga akan ikut  bersih.

Buat si @kuda2kecil dan @buayaempang sumpah saya gak begitu kenal sama kalian berdua, kenapa kalian jahat. Memaksakan pendapat padahal anda pasti menyadari pendapat anda itu NOL persen salah. Saling harga menghargai dan hormat menghormati lah. Katanya anda orang terpelajar. Ibu saya yang seorang mualaf aja yang lulusan SMA aja mengerti makna harga menghargai walaupun dia tidak memakai hijab. Kenapa kalian jahat? Apa salah saya sama kalian? Kalo saya ada salah ngomong langsung didepan muka saya jangan asal main mention di twitter. Anda kira itu hal yang pintar?

-Buat semuanya saling hargai menghargailah- Saya menggunakan jilbab menghargai semua teman-teman saya yang tidak menggunakan jilbab, saya sayang malahan sama mereka dan inshaallah selama ini tidak berusaha memaksa mereka didalam bentuk apapun- Tolonglah kalian hargai saya juga- Jangan mencemooh ataupun mempengaruhi orang lain kearah yang salah-

 

*Tulisan ini hanya bentuk kekecewaan saya terhadap seseorang*

Kamis 8 September 2011, sepulangnya dari dokter gigi dan asyik-asyiknya membaca Notes From Qatar by Muhammad Assa. Tiba-tiba twitter saya di mention oleh orang yang gak begitu saya kenal dimana dia memperdebatkan tentang hijab. Berikut tweetnya :

Buayaempang : @iyankwhite @4lexandr4 @lialaya wearing the burka/cadar or hijab does not originate from Islam, it is middle eastern Islamic tradition.

Buayaempang : @ iyankwhite @4lexandr4 @lialaya Islam only asks a woman to be modest, not hidden. What is your idea of modest?? Re: Jilbab #nyamber

Karena gw yang pake jilbab dr ketiga orang itu gw jawabnya begini biar dia baca sendiri :

Saya : @buayaempang @iyankwhite@4lexandr4 mengacu ke Quran memakai hijab a/ wajib. Udah jelas tertulis di ayat 33 surat 59.

Buayaempang : @iyankwhite @4lexandra @lialaya Al Ahzab , 59th verse, doesn’t say anythink about wearing jilbab. Read it agai.. (cont) http//t.co/UMsLSSy –>  Gw Cuma mo bilang ke siapupun yg baca blog gw, tweeter itu 140 karakter , tulislah dengan singkat,padat,jelas . Kayak gini nyusahin gw khan dan akhirnya gak gw baca continuenya.

Buayaempang : @lialaya I aint see any word related with term of jilbab there. Would you show me?

Saya : @buayaempang @iyankwhite Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri –istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. “Hendaklah mereka menutup jilbabnya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak mudah diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi penyayayng.

Saya : @buayaempang I think statement in Al-ahzab 59 very clearly. Allah menyuruh nabi berkata kepada istri, anak perempuan, dan istri orang mukmin untuk menggunakan jilbab (Gw ulangin lagi isinya)

Buayaempang : @lialaya ‘Jalabi’ in here doesn’t mean ‘jilbab’ in term we know nowdats sweety. Yusuf Ali in his Holy Quran translated it ‘outer garments’ –>  Disini gw Cuma bisa mikir ouh OK dia pake translate English. Gw pikir mo nguji dia dulu ahhh… Sepintar apa pengetahuan ttg agama, padahal gw juga gak pandai2 amat.

Buayaempang : @lialaya this verse only asks wives and daughter of the prophet, and woman of the believer to ‘let down upon them their over garments’

Saya : @buayaempang Trus gw bilang tafsir quran berarti salah dong yah diseluruh Quran. Trus kenapa istri nabi menggunakan jilbab? Kalo emang gak wajib –> Disini gw udah tau jawaban siti khadijah emang ga pake jilbab, gw pengen tau ajah niy orang tau historynya kagak kenapa dia gak pake. Karena gw juga dulu  sudah ngajuin pertanyaan yang sama ke ustad. Kalo dia asal ngemeng aja khan gw tau dia itu tong kosong nyaring bunyinya.

Saya : @buayaempang  coba  baca n pedalami seluruh isi Quran 30 hari cukup kok, 1 hari cob abaca 20 halaman aj. Ntar semoga sadar dan mengerti.

Saya : @buayaempang oya coba baca al a’raf 26 jelas juga mengenai aurat. Pedalami quran dan agama dulu. Agama itu indah kok.

Buayaempang : @lialaya translasi dr bahasa arab, ayat ini literally memerintahkan agar pakaian luar (outer garment) tersebut dhulurkan/dipanjangkan.

Buayaempang : @lialaya Dengan kata lain, pakailah baju terusan atau rok atau celana yg cukup panjang. Jangan mengenakan bawahan yg pendek atau mini. –>dalam hati sok tau niy orang, gw cari ayat lg di Quran  ttg aurat. Padahal gw lagi asyik2 baca NFQ niy diganggu sama orang sok tau dan berusaha mengubah pikiran gw ttg hijab. Rusak dunia ini. Cobaan cobaan, astagfirullah.

Saya : @buayaempang  satu lagi sebelum tidur, coba baca An Nur ayat 31. Semoga tercerahkan mas. –> kenapa gw suruh baca an nur karena disini Allah menyuruh wanita untuk menutup auratnya. Aurat wanita apa bisa dilihat didalil.

Buayaempang : @lialaya seluruh isi nabi berjilbab?? Do you know Khadijah sweety? Penghulu wanita di surga itu tidak berjilbab.. –> Udahlah ye malas bener niy orang bener2 syetan sejati, otak serta hatinya dirasuki syetan, makanya mas jangan Tong Kosong Nyaring Bunyinya dong belajar dulu biar pintar. Jadi Quran kitab suci umat Islam itu diturunkan kepada nabi Muhammad secara berangsur-angsur dan memang pas Siti Khadjah ayat tentang ber hijab belum diturunkan. Dan setelah ayat berhijab diturunkan para wanita saat itu dimanapun berada langsung mengambil kain yang ada didekat mereka buat menutupi tubuh mereka. #Subhanallah #pasangkaftan

Niy teman gw ikut2an @iyankwhite koreksi, setau aku ada istri nabi yang ga memakai jilbab, tolong jelaskan mas –> Kecewa gw jujur aja.

Buayaempang : @lialaya Done it. And u know what, just like I said be4, not any single verses in Quran ask woman to wear jilbab –> sakau bener dah niy orang. Dirasuki setan hati dan otaknya.

Buayaempang : @lialaya that’s why I’m asking u, which part in Quran ask women to wear ‘jilbab’ just like u do.

Saya : @buayaempang jelas2 sudah tertulis dgn jelas dial araf, annur31, dan alahzab59. Nah coba perdalam batasan aurat itu apa –> makanya baca dongs boy. Baca aja malas katanya cerdas. Nah kalo baca seluruh isi Quran yah biar dibukakan hatinya dan dapat hidayah.

Saya : @buayaempang aurat perempuan itu selain telapak tangan dan telapak kaki. Jelas khan yah. Maknaya perempuan kalo sholat ga menampakkan rambut –>udah malas ngomong seadanya sama org kayak gini, sok tau nya dan omong kosong serta tong kosong nyaring bunyinya selangit..

Buaayaempang : @lialaya ayat2 ttg hijab ya J aku tambahin yah hijab munculnya setidaknya 7 kali didalam quran (&:46, 17;4….. (cont)… –> gak gw baca cont

Gw nulis di twitter gw Disuruh baca dan pedalami ngeyel, Tidur ajalah ahh… Perut lapar lagi…

Teman gw niy ikut2an @iyankwhite mention ke gw No no, bukannya ngeyel laya debat cerdas gak boleh saling menyindir yah –> dalam hati sedih bangettt diginiin, debat cerdas kok kayak gini diperdebatkan jelas2 sudah ada ayatnya didalam Quran dan nyindirr?? Siapa yang mulai nyindir duluan. Cinta telah membutakan hati dan otak seserang. Gw diemin aja buat teman gw karena udah gw anggap kk gw sendiri.

Buaayaempang : @lialaya IMO, Allah tidak pernah menyusahkan wanita dengan kewajiban untuk menutupi bagian-bagian yang biasa terlihat seperti  lengan, rambut, pipi, n leher.

Buaayaempang : @lialaya kalo mau diada-adakan dalih bahwa kecantikan yang terlihat pada diri wanita bisa membuat pria tergoda.

Saya : @buayaempang jadi kalo sholat dimana menghadap Allah boleh dong yah menampakkan lher, rambut. Alat sholat wanita sekarang berarti salah yah? –> disini gw pengen menyadarkan dia aja, Wanita aja menghadap Allah harus menutup aurat, dimana kalo kita sholat mukenanya cuma menampakkan wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

Buaayaempang : @lialaya Karena terbukti pada kisah nabi Yusuf bhw ketampanan seseorang pria pun bisa membuat wanita tergoda. Hehhehe *lirik cermin*

Saya : @buayaempang hal tersebut berbneda dengan aurat pria. Ada dalilnya kok. Tapi lupa maklum kapasitas otak terbatas –> melenceng lo jauh banget ke nabi Yusuf, dibilangin dr awal baca Quran sampai tuntas dulu baru ngemeng. Jelas-jelas hasrat wanita dan pria berbeda. Makanya wanita disuruh menutup auratnya.

Saya : @buayaempang kalo mo nanya2 ada ustad itu mantan wartawan tempo dan kompas, dia biasanya ada tiap hari sabtu dimesjid menteng.

Buayaempang : @lialaya my answer very simple, bisa tunjukkan batasan aurat di Quran nona? à terbuktikan kemampuan agamanya seperti apa, niy orang bener-bener omong kosong dan gak tau apa2.

Saya : @buayaempang kalo aurat setau aku didalil. Hanya penasaran, agamamu apa? Teladanmu siapa? Sholat 5 waktu dilakuin gak? Kok isi quran diraguin –>banyak2 beristigfar orang kayak ini udah dirasuki syetan dan dia emang diutus utk mempengaruh org lain. Cobaan cobaan, semoga aku tidak masuk kedalam perangkap dia.

Buayaempang : @lialaya uh sentiment ini terjebah diantara keimanan dan kemalasan berpikir. Menurut saya bukan seperti itu cara beriman yang baik.

Buayaempang : @lialaya nah pengertian trakhir ini kerap menimbulkan distorsi. Saran saya gunakan akan. Bukankan agama memang diturunkan buat mereka yang berakal à saya emang berakal, saya cerdas mencari tau dimana jika tidak mengerti dan saya percaya thd Quran dan allah serta muhammad. Saya tidak pernah menmperdebatkan isi Quran karena asay cerdas akan tetapi saya mengulasnya. Yang anda lakukan itu memperdebatkan dan menyangsikannya.

Buayaempang : @lialaya hehe akhirnya keluar lagi adhominemnya. Agama saya tidak penting, yang penting saya menuhankan Allah, bukan dogma atauapun ulama à Disini saya sudah sadar dia udah melenceng, berusaha mencari tahu tapi menggunakan ego dia. He is not clever but stupid. Org kita dr TK sampe kuliah belajar sama guru begitupun didalam Quran kita butuh seseorang yang dapat membimbing kita dan menuntun kita kejalan yg bener. Bertanya ke dia, kalo jawaban dia ga cocok kita cari tau lagi. Bukan berdasarkan ego kita dan itu nantinya disesatkan oleh syetan.

Buayaempang : @lialaya saya gagal paham, siapa diantara kita yang tidak mengimani Quiran? Argumen saya cukup clear, tidak menemukan satu ayatpun mewajibkan jilbab.

Buayaempang : @lialaya FYI, adhominem adalah salah satu bentuk sesat pikir (logical fallacy) it shoot the messenger not the messages. Only bigots use that.

Buayaempang : @lialaya umar patek, imam samudra, hambali hafalan dalilnya juga jempol. Tetap aja ujung2nya jadi teroris.

Satu kata Astagfirullah

Baru kali ini saya merasa dilecehkan secara virtual. Dan sedih kenapa ada orang yang kayak gini, seandainya dia mau lebih kritis serta membaca Quran dengan lebih seksama. Kenapa mempengaruhi orang lain dengan omong kosongnya. Semoga saya selalu dilindungi  dari Allah dari godaan syetan yang seperti ini.

Annur 31 : dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya. Dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau Putra-putra mereka, atau Putra Putra suami mereka atau saudara laki-lakui mereka atau Putra saudara lelaki mereka atau Putra saudara perempuan mereka atau para perempuan mereka atau hamba sahaya yg mereka miliki atau para pelayan lelaki tua yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan atau anak-anak yang belum mengerti ttg aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakan kaki agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan tobatlah kamu kepada Allha, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.

Al Ahzab 59 : Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri –istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. “Hendaklah mereka menutup jilbabnya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu agara mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak mudah diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi penyayayng.

-Jelas khan yee perintah berhijab didalam Quran, niy orang ngeyel bangettt- anak SD pun disuruh baca ayat ini juga ngerti. *makanya jangan OMDO* *mempengaruhi orang lain dikiranya gw anggap dia ngerti tapi NIHIL*

Sebenarnya gw masih belajar dan belum tau apa-apa, tapi ini rasanya kesel bukan main kalo mempermainkan agama gini. dan hak dia gak setuju mengenai jlbab tapi kenapa bawa2 gw. Secara gw juga seumur-umur gak pernah maksa orang mengunakan jilbab.

Ntar gw sambung di part dua yah, ada temannya juga yang membicarakan ttg tata cara pakaina berjilbab. Sekarang mau cabut dulu ke Bandung.. CU😀

 

Ramadhan 2011

Bulan Ramadhan tahun ini bener-bener membuat aku sedih dibandingin tahun-tahun yang lalu.

Selama 24 tahun aku baru kali mulai mendalami Qura’an bukan hanya sekedar membaca aja tetapi mendalami artinya. Subhanallah banget ayat-ayatnya menyentuh hati aku. Aku sadar banyak banget kesalahan yang aku lakuin. Aku selalu memohon tobat atas semua perbuatan aku dimasa lampau. Allah telah menjanjikan surga bagi orang-orang yang bertakwa, dimana didalam surga telah diairi dengan sungai-sungai, pasangan yang suci, dan hidup yang kekal. Aku mau termasuk didalam golongan yang beriman supaya dapat masuk surga. Aku mau disana ketemu dengan pasangan abadi aku.

Mungkin didunia ini nikmat allah yang diberikan kepada ku cukup banyak sekali, mulai dari nikmat materi, ilmu, sampe keluarga (papa mama adik2) yang sayang sama aku. Sekarang ini aku tinggal memikirkan bagaimana menyempurnakan sebagian agama dengan menikah. Dalam puasa kali ini selalu aku panjatkan kepada Allah kirimin lah lelaki yang menjadi imam yang baik bagi aku, dimana doa yang aku panjatkan dapat mengantarkan kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah waramah. Mungkin dulu aku selalu berpikiran kearak duniawi tetapi semakin aku mencintai Qur’an aku tau Allah sengaja menperbudak manusia dikehidupan duniawi dan mensensor umatnya yang bener-bener bertakwa untuk dipilih hidup kekal didalam surganya.

Didalam tangis ku berdoa, Ya Allah kirimkanlah lelaki yang menjadi jodohku dalam waktu dekat ini yang memiliki ilmu agama yang baik, pengetahuan yang baik dimana menjadikan aku pelengkap untuk kehidupan mengabdi kepada-Mu. Dimana dengan doa-doaku mengantarkan kehidupan kami agar baik di dunia maupun akhirat. Tidak ada kado terindah dalam ramadhan ini selain temukan aku dengan jodoh terindah ku.

Semoga dikabulkan segala doa yang aku panjatkan. Ku menyembah kepadaMu dalam tiap sholat ku, Ku membaca ayat-ayatmu agar didalam kuburnya tidak sepi, Ku bersujud ditiap malam agar kuburku menjadi terang. Dan kumohon ditiap doa dalam sholat ku temukan aku dengan jodoh ku. Hanya Kamu yang tahu apa terbaik bagi umatNya.

 

noted

Aku teringat kata-kata orang yang aku selalu kagumi dan banggakan, dimana kata-kata terakhir dia berkata “aku berharap kamu dapat temukan jodohmu, jika dia bener-bener serius sama kamu maka dia akan mengajakmu menikah” Sedih setiap kali memikirkan kalimat ini.

Selain kesedihan, di Ramadhan 2011 aku janji mo Khatam Quran berserta artinya.

 

 

 

Selamat Pagi Semua,

Semangat belajar buat yang kuliah, semangat beraktivitas buat yang bekerja, semangat menyusui buat si ibu2 sejagat raya #fail

Rasa-rasanya hampir satu tahun saya sudah tidak menulis lagi diblog ini dikarenakan berbagai kegiatan perkuliahan yang membuat saya gila *lebay.com*

Rasanya hari ini passion saya bangkit lagi, setelah kemarin malam mengistirahatkan otak saya sejenak. Dengan pertanyaan seperti apa tujuan hidup saya? Apa rencana masa lampau yang gak terlaksana dan mengapa? Rasanya 4 tahun ini kehidupan gw selalu santai dan mengikuti arus. Dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan tanpa memikirkan kehidupan sekitar. Berpusat pada alasan mikirin kuliah semata, tapi kembali lagi timbul perkataan. Kita hidup dibumi sekali maka ciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang sekitar kita.

Bagaimana caranya menciptakan sesuatu yang bermanfaat tersebut. Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari sesuatu yang kecil, Mulailah dari sesuatu yang besar.

Seperti halnya cerita dari seseorang yang sangat dekat dengan saya dulunya dimana selalu menjadi sumber inspirasi dan semangat saya dulunya. Yang saya akui memiliki jiwa sosial yang besar, dia selalu bercerita usahakan berikan sesuatu yang terbaik, selalu bantu teman yang kesusahan insyaallah segala amal perbuatan kita akan dibalas olehNya. Banyak pemikiran dia yang membuat saya salut dan bangga atas segala imajinasinya terhadap orang lain. Mulai dari pikirannya terhadap keluarganya, teman-temannya, bahkan saya sendiri.

Saya berharap semoga semoga sifat baiknya menular kepada saya. Amienn….

Saya ingin sekali membawa perubahan bagi bangsa indonesia ini #faillagi

Sebenarnya ini gak mimpi loh, tapi bener-bener ingin saya wujudkan, saya juga gak tau kapan bisa merealisasikan ini. Mungkin akan membutuhkan cost saat ini, akan tetapi bagi saya inu adalah benefit yang akan saya ambil mungkin 15 tahun kedepan.

Perubahan yang dilakukan mulai dari diri sendiri, bagaimana saya melakukannya?

Semua orang mungkin berpikir bahwa kita bisa menolong orang lain dengan yang namanya tools UANG, tapi bagi saya uang itu tidak bisa diukur kadar keberhasilannya. Dengan uang yang banyak apakah orang yang akan kita bantu menjadi mendapat manfaat? Jawabnya yaitu belum tentu. Nah kemudian saya brpikir lagi, apa yang dapat saya lakukan dengan diri sendiri, dan jawabanya engi i eng #gakjelasdeylo 24 Jam sehari kita gunakan waktu buat apa aja, akhir2 ini saya gunakan waktu tersebut buat Kerja, Tidur, Makan, Sholat, BBMan, Sosial Networking, Belajar, dll. Akan tetapi kenyataannya waktu yang terpakai justru banyak buat sosial networking maybe. Kira-kira bermanfaat gak waktu tersebut, mungkin bermanfaat buat menjaring networking akan tetapi ada baiknya dikurangin. Nah waktu trsebut kita dapat gunakan buat bikin presentasi atau e-Learning semacam tools buat membantu org lain. Kebayang gak kalo 1 hari ini kita dapat bikin 1 presentasi (misalnya saya mempunyai kelebihan dibidang hitung-hitungan, maka saya mencoba mengembangkan ilmu yg saya miliki). Nah dari 1 hari itu misalnya saya bikin 1 slide berarti dalam 1 tahun ada 365 slide. Kebayang khan 365 slide tersebut kalo didistribusiin ke orang-orang yang membutuhkan.

Mulailah dari yang kecil, sekarang saya lagi mulai menjadi guru bagi pembantu-pembantu disekiraan tempat nge-kos saya. Mendorong mereka bersekolah lagi, dan mengajari mereka kalo mereka membutuhkan bantuan.

Mulailah dari yang besar, nah disini saya sedang mengumpulkan dana untuk membentuk tempat bagi anak-anak yang gak mampu atau yatim piatu. Berhubung saya memiliki keterbatasan dana, hal ini akan saya realisasikan SOME DAY! I’m promise for this project. Saya akan buat ini menjadi KENYATAAN.

So, bagaimana dengan kalian? Bagaimana cita-cita anda dan perubahan apa yang akan anda lakukan?

 

 

 

 

 

Hampir sebagian perusahaan menggunakan outsourcing untuk melakukan penghematan dana perusahaan dengan begitu perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang asuransi kesejahteraan, kesehatan, peningkatan keahlian (training) dan bonus seperti yang mereka lakukan pada pegawai tetap mereka. Masalah outsourcing yang terbesar adalah kebocoran informasi, dimana dengan tawaran uang yang cukup besar atau outsourcing resign kemudian masuk keperusahaan pesaing maka kebocoran informasi menjadi sangat besar sehingga menimbulkan moral hazard yang cukup tinggi. Apalagi bagi perusahaan yang bergerak dibidang teknologi khususnya inovasi, kebocoran informasi RnD harus bener-benar dijaga dan dimonitoring dengan baik. Hal terpenting bagi perusahaan untuk menghindari terjadinya kebocoran informasi yang ditimbulkan dengan menciptakan hak paten atau lisensi.

Manfaat perusahaan jika menggunakan jasa oursource, perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis intinya karena pekerjaan telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan, dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, menggunakan tenaga kerja yang telah teruji kehandalannya, economy of scale serta pendekatan outsourcing menggunakan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan insourcing karena resiko kegagalan dapat diminimalisir. Kelemahan perusahaan bila menggunakan outsource antara lain biayanya lebih mahal dibandingkan mengembangkan sendiri, menurunkan control perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan, dan ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk. Dengan adanya hal tersebut dapat dikatakan penggunaan outsourcing dijadikan landasan core business bagi perusahaan untuk fokus pada strategi kompetisi perusahaan, namun pada prakteknya outsourcing didorong oleh keinginan perusahaan untuk menekan biaya hingga serendah-rendahnyadan mendapatkan keuntungan berlipat ganda walaupun seringkali melanggar etika bisnis.

Dengan menggunakan outsorching dapat tercapainya efektifitas dalam pemberdayaan sumberdaya  manusia yang dimiliki oleh perusahaan dan tidak perlu mengembangkan SDM untuk pekerjaan yang bukan intinya. Selain itu dapat memberdayakan anak perusahaan dan kesiapan menghadapi kondisi bisnis yang sulit diprediksi. Masalah outsourcing dapat menimbulkan kebocoran informasi antara lain status ketenagakerjaan yang tidak pasti, perbedaan kompensasi dan benefit antara tenaga kerja internal dengan tenaga kerja outsourcing, career path dari outsourcing kurang terencana dan kurang terarah, para pihak pengguna jasa dapat memutuskan hubungan kerjasama dengan pihak outsourcing provider secara sepihak sehingga dapat mengakibatkan status mereka menjadi tidak jelas. Berawal dari hal itulah kebanyakan dari pihak outsourcing yang menjual informasi yang mereka dapatkan kepada pihak perusahaan pesaing.

Bagi perusahaan yang bergerak dilevel high tech technology, perusahaan lebih memilih untuk insourcing dengan mengembangkan proyek memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan mereka. Manfaat perusahaan menggunakan insource yaitu perusahaan dapat mengontrol sistem informasi sendiri, meminimalisir biaya operasional seperti transport, kedekatan sistem komunikasi antara end user dengan pihak departemen akan lebih cepat, respon yang cepat serta flexibel karena perusahaan dapat meminta perubahan sistem pada karyawannya sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Akan tetapi kelemahan penggunaan sistem in-sourcing antara lain perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari mulai pengembangan sehingga memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang sangat besar untuk RnD, mengurangi fleksibelitas strategi, kinerja karyawan cenderung menurun ketika menjadi pegawai tetap karena faktor kenyamanan yang dimiliki pegawai tetap, tidak ada batasan biaya dan waktu yang jelas karena tidak ada target sehingga tidak ada punishment ketika target tidak tercapai, kebocoran informasi juga dapat ditimbulkan oleh karyawan dikarenakan tidak ada reward dan punishment yang jelas.

Maka banyak perusahaan yang memilih menggunakan outsourcing agar mereka dapat lebih konsentrasi pada core business perusahaan, tidak perlu memikirkan biaya dan waktu untuk mengembangkan suatu sistem yang baru, memangkas penggunaan tenaga kerja, serta menghemat dana training. Pilihan insourcing merupakan strategi bagi perusahaan high tech technology karena RnD mereka sudah kuat dan perusahaan ingin meminimalisir kebocoran informasi dari pihak luar. Hal yang paling penting dari pemanfaatan jasa outsource adalah bentuk kontrak kerjasama yang dibuat oleh perusahaan pengguna dan perusahaan outsource agar kinerja dan kualitas yang dihasilkan sesuai yang diharapkan.

Prakteknya outsourcing umumnya lebih didorong keinginan perusahaan untuk menekan biaya serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Faktanya perusahaan makin hari makin mengandalkan outsourcing diluar perusahaan untuk menangani kebutuhan pekerjaannya, tidak juga berarti bahwa outsourcing adalah obatobat yang mujarab, tidak juga berarti bahwa proses ini selalu berlangsung dengan lancar. Pengalaman outsourcing yang gagal juga sering terjadi, dimana rekanan gagal memenuhi kebutuhan yang diinginkan dan memberikan keuntungan yang diharapkan. Pengelolaan outsourcing tidaklah semudah melempar tanggung jawab ke pihak ketiga, sehingga tidak semua perusahaan berhasil dengan baik melakukan outsourcing. Beberapa perusahaan justru harus mengeluarkan sumber daya ekstra untuk mengatasi gagalnya proyek outsourcing karena berbagai sebab, misalnya karena ketidakmampuan perusahaan penyedia jasa outsourcing memenuhi tanggung jawab kualitas layanan yang sudah dijanjikan, atau biaya operasionalnya jauh lebih besar dari perkiraan semula.

Perusahaan Apple bergerak dibidang teknologi informasi tidak menggunakan jasa oursourcing untuk masuk kedalam RnD mereka, karena perusahaan Apple fokus kepada inovasi jadi mereka bener-bener menjaga kerahasiaan data perusahaan dan tidak percaya kepada pihak luar. Disatu sisi, dibidang software atau perangkat lunak mereka menggunakan jasa insourcing akan tetapi untuk perangkat kerasnya mereka menggunakan jasa outsourcing untuk menghemat biaya. Untuk perusahaan yang menjual jasa inovasi sebaiknya menggunakan jasa internal perusahaan, agar kerahasiaan lebih terjamin karena ide untuk melakukan sangat mahal harganya. Berdasarkan kasus Apple dapat disimpulkan kapan saatnya perusahaan memakai jasa outsourcing dan insourcing.

Outsourcing merupakan satu dari sedemikian banyak cara untuk mengelola sumber daya. Hal yang menjadi perhatian besar adalah mengenai perjanjian kontrak outsourcing yang meliputi tingkat layanan dan biaya, kontrak dan hubungan kerja, penjadwalan hingga tujuan strategis. Dan pelaksanaan dilapangan yang meliputi kepuasan pelanggan, pengelolaan karyawan dan penyesuaian tujuan serta sasaran. Hal yang terpenting adalah  memahami dan mempertanyakan tujuan strategis untuk melakukan outsourcing, yaitu operasional pekerjaan yang lebih baik, peningkatan integrasi pekerjaan informasi pada organisasi, dan  penyerapan teknologi terbaru bagi perusahaan. Tujuan strategis ini harus dipahami dengan baik oleh perusahaan pengguna maupun penyedia agar dapat tercipta sinergi yang lebih baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua belah pihak.

Kesuksesan keunggulan kompetitif suatu organisasi dengan menerapkan outsourcing berdasarkan keuntungan dan kelemahan, diterapkan sehingga perusahaan dapat fokus terhadap core business-nya. Dan pemilihan mengenai mana yang akan digunakan dalam suatu perusahaan, sebenarnya tergantung dari ruang lingkup, budget, resiko, tingkat kegunaan, dan sejauh mana kita memerlukannya. Kalau ruang lingkup itu tidaklah terlalu besar dan sangat sederhana, maka jalan insourcing atau self-sourcing adalah langkah yang terbaik. Tetapi kalau sudah mencangkup area yang lebih luas lagi, maka outsourcing adalah jalannya. Dilihat dari segi resiko dan tingkat kegunaannya, ini tergantung dari bentuk dan kegiatan bisnis perusahaan. Beberapa keuntungan dan kelemahan dari outsourcing, jika perusahaan dapat mengintegrasikan keuntungan dan kelemahan tersebut maka perusahaan pasti dapat menjalankan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Termasuk yang paling penting adalah bagaimana penyediaan sumber daya baik manusia maupun sistemnya sehingga sesuai dengan kebutuhan.

Dalam implementasinya diperusahaan, perlu dilakukan banyak pengkajian bagaimana peran outsourcing kedepan yang sangat bergantung pada kondisi dan kesiapan perusahaan bukan hanya pada biaya yang dapat dihemat. Perusahaan perlu menyesuaikan dan melakukan lebih banyak konsolidasi internal sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa outsourcing.

Implikasi Outsourcing (dalam bidang Sistem Informasi)

Perubahan yang terjadi dalam organisasi ketika memutuskan untuk melakukan outsourcing memunculkan beberapa implikasi, yang bisa dipandang positif maupun negatif. Implikasi outsourcing antara lain:

Perubahan Konstelasi SDM Organisasi

Outsourcing berarti ada peralihan pekerjaan oleh SDM yang berbeda dalam organisasi yang melibatkan pihak eksternal. Ketika perusahaan melakukan outsourcing sistem informasi (SI), perubahan konstelasi SDM organisasi dapat terjadi pada orang yang melakukan pengembangan SI dan orang yang tergantikan oleh adanya SI yang sudah dikembangkan. Sedikit berbeda dengan komputerisasi atau otomatisasi proses yang dapat berakibat pada efisiensi SDM besar-besaran, outsourcing SI lebih berimplikasi pada tuntutan SDM untuk belajar sistem yang baru dan mengoptimalkannya untuk mendukung pekerjaannya. Inilah yang menjadikan tuntutan akan personil outsource yang handal sangat terasa pada awal fase outsource SI di organisasi. Selain mengembangkan, vendor juga harus memastikan sistem dapat berjalan yang berarti memberdayakan setiap personil yang ada dalam atau terkait dengan organisasi, melalui training dan mentoring support.

Sejalan dengan waktu, akan terjadi penggantian (turnover) SDM baik oleh pengguna maupun vendor yang disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap fase, namun seringkali juga dilandasi oleh alasan penghematan biaya. Ini berimplikasi pada kualitas SDM yang semakin menurun yang bila kurang diawasi akan menurunkan kualitas proses dan hasil kerja sehingga merupakan resiko kualitas yang menjadi salah satu implikasi negatif yang dihadapi organisasi ketika melakukan outsourcing.

Organisasi dapat mengatasi hal ini dengan memastikan kontrak kerja yang secara detail membahas kegiatan beserta targetnya pada setiap fase pekerjaan. Di dalamnya perlu mencantumkan spesifikasi SDM yang dilibatkan. Beberapa perusahaan di Indonesia mensyaratkan keterlibatan dalam proses seleksinya. Menyadari bahwa kepuasan personil yang melaksanakan tugas berpengaruh pada pencapaian kulitas pekerjaan yang optimal, beberapa perusahaan memasukkan karyawan outsource dalam survei kepuasan karyawannya dan menjadikannya sebagai feedback terhadap perusahaan outsorce yang mempekerjakannya. Kredibilitas perusahaan outsource dalam mengelola dan mengembangkan SDM-nya pun dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan vendor outsource.

Perubahan Level Layanan dan Produk Organisasi

Perusahaan memiliki kontrol penuh ketika pekerjaan dilakukan sendiri. Ketika melakukan outsourcing, sebagian proses dan kewenangan pengendalian dialihkan ke vendor outsource. Ini berarti ada resiko kualitas yang dihadapi oleh organisasi, yang terkait dengan produk dan jasa organisasi sendiri, maupun produk dan jasa vendor SI yang digunakan oleh organisasi.

Penyampaian pekerjaan yang tidak sempurna sering kali sulit dideteksi karena user dapat menjadi tidak puas dan berhenti meminta bantuan helpdesk namun tidak melaporkannya. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan dapat melalukan survei kepuasan pelanggan untuk mendapatkan feedback dari pelanggan internal maupun eksternal mengenai produk dan jasa SI. Dengan demikian perusahaan dapat mengambil tindakan untuk memperbaiki atau mengantisipasi keluhan pelanggannya.

Perubahan Produktivitas dan Transformasi Organisasi

Investasi pada SI sendiri merupakan suatu resiko yang diperhitungkan (calculated risk) yang dilakukan perusahaan dengan harapan ada perolehan (gain) yang lebih besar, atau menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Outsourcing SI dapat menyulitkan organisasi dalam menentukan produktivitasnya. Alih teknologi yang tidak dilakukan sendiri seringkali tidak menggambarkan peningkatan prosuktivitas yang sesungguhnya ketika dilakukan dengan outsource. Perusahaan dapat kelihatan lebih produktif dengan menyewa orang lokal lebih sedikit dan mengalihkan pekerjaan ke negara lain yang biaya SDMnya lebih rendah namun menggunakan teknologi yang belum tentu lebih baik daripada di dalam perusahaan sendiri. Satu personil yang menggunakan mesin berteknologi tinggi bisa jadi menghabiskan biaya yang sama atau bahkan lebih besar dari beberapa personil bekerja dengan teknologi sederhana dengan upah rendah.

Perusahaan dapat mengatasi hal ini dengan memusatkan produktivitas pada alat dan metode operasi yang memungkinkan pekerja mengerjakan lebih banyak pekerjaan (wikipedia).  Dengan demikian perusahaan benar-benar bergerak maju, bukannya menjadikan dirinya kuno (obsolete) secara tersamar.

Resiko lain yang dihadapi oleh organisasi adalah ketika memasukkan outsource sebagai bagian dari proses transformasinya namun tidak berhasil mewujudkannya. Kegagalan dapat terjadi ketika vendor berlebihan dalam mengemukakan kemampuaannya dalam membantu perusahaan bertransformasi. Perusahaan dapat mengatasi hal ini dengan melakukan studi banding dan benchmarking secara detail. Dalam hal ini, proses pemilihan vendor yang bersih dan profesional menjadi sangat penting. Organisasi perlu memiliki kriteria yang dijalankan secara konsisten untuk mendapatkan persetujuan (deal) ya g terbaik (best buy).

Masalah Keamanan dan Kerahasiaan

Sebelum outsourcing, organisasi  bertanggung jawab sepenuhnya atas semua keputusan dan tindakan manajemen maupun perilaku karyawannya. Praktek beberapa perusahaan saat ini yang mengalihkan status karyawan yang semula karyawan perusahaan menjadi karyawan outsource mengandung arti karyawan tersebut tidak secara langsung bekerja dan bertanggung jawab kepada perusahaan. Perkaitan dengan SI yang mengelola data dan informasi penting bagi perusahaan, kondisi ini berpotensi resiko tersendiri.  Salah satu isu yang paling sering muncul adalah isu keamanan. Tindakan Fraud adalah yang paling banyak dibahas karena dianggap paling banyak muncul ketika melibatkan outsource. Ketika sebuah bank melakukan outsource SI terkait kartu kreditnya, muncullah resiko penggandaan kartu kredit ilegal, atau pencurian kartu kredit ketika petugas call center meminta data rahasia pelanggan seperti password dengan alasan perbaikan sistem atau penambahan jasa lainnya.

Penanganan masalah keamanan sering kali harus melibatkan pihak ketika, misalnya konsultan keamanan bahkan sampai pada instansi keamanan seperti kepolisian. Perusahaan dapat melakukan pendekatan sistemik dan edukatif. Pendekatan sistemik dilakukan dengan membuat ketentuan, batasan, dan rancangan sistem yang menghambat orang melakukan otorisasi terhadap suatu tindakan tanpa pengecekan terlebih dahulu. Sedangkan pendekatan edukatif dilakukan dengan memberikan informasi dan sosialisasi tindakan keamanan (security & safety precaution) yang dapat dilakukan pelanggan terhadap akunnya.

Keamanan di dalam perusahaan sendiri dapat dilakukan dengan memberikan akun tersendiri untuk karyawan outsourcing sehingga tidak dapat mengakses informasi perusahaan secara penuh seperti layaknya karyawan internal perusahaan. Beberapa perusahaan membuat kebijakan otorisasi, batasan penggandaan dokumen dan file, serta ketentuan arsip atau penyimpanan.

Masalah ketenagakerjaan

Di Indonesia isu yang paling menyeruak keluar ialah keamanan pekerjaan (work security) terkait status karyawan. Karyawan outsource berstatus kontrak yang menjadikan posisinya labil dan tidak aman. Karyawan kontrak hampir tidak memiliki kesempatan pengembangan dan karir. Pukulan yang berat dirasakan oleh karyawan yang dipertahankan oleh perusahaan tetap di “meja” yang sama, namun kini dengan status berbeda, yaitu outsource. Karyawan merasa disisihkan dan berpotensi menurunkan motivasi yang berujung pada tidak terjaganya kualitas pekerjaan. Perusahaan yang tidak menganggap SI sebagai core competence akan menjadikan bagian dan kegiatan SI sebagai outsource sepenuhnya.

Penelitian ini dibuat dengan didasari pada tingkat penjualan dan profit AHA yang tidak begitu menggembirakan. Hal ini dilakukan demi mengetahui apakah strategi bauran marketing yang diterapkan oleh pihak management AHA telah sesuai dengan sasaran nya atu tidak..

LATAR BELAKANG

Potensi pasar layanan internet di Indonesia sangat besar. Menurut proyeksi yang ada, diperkirakan Indonesia memiliki poteksi 35 juta pelanggan layanan internet. Akan tetapi, sampai 2010 ini tercatat baru 8 juta pelanggan yang bisa dicakup oleh penyedia jasa layanan internet yang ada di Indonesia.

Kebutuhan data Internet yang cukup besar di Indonesia ini membuat PT Bakrie Telecom membentuk unit usaha baru bernama PT. Bakrie Connectivity yang secara khusus menggarap pasar pelayanan data internet.

Pada akhir Juni 2010, PT Bakrie Connecivity meluncurkan produk layanan data nirkabel yang bernama AHA. AHA adalah layanan akses internet berkecepatan tinggi berbasis jaringan CDMA (Code Division Multiple Access) 1-x EVDO Rev-A. Dengan teknologi EVDO ini, koneksi jalur data yang terdedikasi memisahkan antara jalur suara dan pengguna internet, sehingga memungkinkan akses internet yang lebih cepat tanpa gangguan.

Pada awal peluncuran ini, manajemen PT Bakrie Connectivity menargetkan proses pengenalan produk AHA yang efektif kepada pasar dan kemudian diharapkan menghasilkan penjualan layanan yang telah ditargetkan. Target penjualan sendiri yang ingin dicapai manajemen pada semester 1 (pertama) peluncuruan produk AHA ini adalah menutup biaya penggunaan atas layanan yang disediakan kepada pelanggan.

Untuk pengenalan produk dan pemenuhan target penjualan ini, manajemen PT Bakrie Connectivity strategi mengadopsi strategi bauran pemasaran 4P (Product, Pricing, Placing dan Promotion), yang dikenalkan pertama kali oleh Philip Kotler (1994). Strategi Product didefiniskan sebagai upaya untuk menciptakan produk dengan karakteristik yang diinginkan; Strategi Pricing berkaitan dengan penetapan harga yang efektif; Strategi  Placing berkaitan dengan cara perusahaan menyampaikan produknya ke pelanggan; dan Strategi Promotion berkaitan dengan rangsangan kepada pelanggan untuk membeli produk (Kotler, 1994). Strategi bauran pemasaran ini dianggap sebagai strategi paling mendasar yang harus dimiliki oleh perusahaan dalam menjual produk AHA.

Akan tetapi, dengan strategi bauran pemasaran yang sudah diambil (lihat bagian “Strategi Bauran Pemasaran AHA), laporan penjualan dan rugi-laba produk AHA, sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel-1 di bawah ini, menunjukkan angka yang tidak terlalu menggembirakan, karena beberapa produk mengalami kerugian.

Tabel-1: Laporan Penjualan dan Rugi-Laba Produk AHA

Berangkat dari latar belakang ini, suatu evaluasi perlu dilakukan untuk menganalisa apakah strategi bauran pemasaran, sebagai strategi yang paling mendasar yang dijalankan oleh PT Bakrie Connectivity untuk produk AHA, berjalan secara efektif dengan mempengaruhi target pelanggan untuk memberi produk AHA. Hasil temuan dari evaluasi diharapkan dapat memberikan masukan mengenai strategi-strategi yang harus diambil untuk meningkatkan penjualan produk AHA.

STRATEGI BAURAN PEMASARAN PRODUK AHA

Secara umum, strategi bauran pemasaran yang dijalankan oleh PT Bakrie Connectivity untuk produknya AHA adalah sebagai berikut:

–          Strategi Product, meliputi;

  • Dengan teknologi EVDO koneksi jalur data yang terdedikasi terpisah antara jalur suara dan pengguna internet yang menginginkan akses internet cepat tanpa gangguan.
  • Kemampuan akses kecepatan AHA untuk download adalah mencapai 3.1 Mbps dan kecepatan uploadnya hingga 1.8 Mbps akan dapat memuaskan para pengguna internet dalam beraktifitas di dunia maya dan mengakses email, browsing, chatting, blogging, web ataupun berinteraksi di situs jejaring sosial masa kini.
  • Penyediaan aplikasi dan konten menarik yang mendukung layanan data internet.
  • AHA juga melakukan bundling dengan Google Internasional. Google yang dikenal sebagai layanan pencarian web terbesar meluncurkan produk terbarunya Google Chrome yang telah di modifikasi secara khusus untuk AHA. Sebuah mesin pencari web (internet browser) terbaru dari Google untuk browsing experience yang lebih cepat, sesuai dengan visi Bakrie Connectivity, konsumen bisa menikmati aplikasi Google Chrome dalam versi bahasa Indonesia.
  • User interface AHA yang praktis dikarenakan sudah ter-built in secara lansung aplikasi Google Chrome Browser, Google search bar, Live online news ticker dan Picasa akan sangat memudahkan para pengguna dalam melakukan aktifitas internet begitu mereka terhubung dengan jaringan internet.

–          Strategi Pricing, meliputi;

  • Tarif ringan dan fleksible yang ditawarkan. Tarif dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yaitu pilihan tarif Rp.150/menit atau Rp.0.5/KB. Serta pengguna juga dapat memilih speed dan mengatur pengeluaran agar cermat dan dapat benilai lebih dalam beraktifitas internet.
  • Tersedia pula berbagai paket pilihan unlimited yaitu;
  • Paket Ekonomis    : Speed 200 Kbps mulai dari Rp. 4000/hari atau Rp.80.000/bulan
  • Paket Dinamis : Speed 600 Kbps mulai dari Rp. 6000/hari atau Rp.110.000/bulan
  • Paket Fantastis      : Speed 3,1 Mbps mulai dari Rp. 10.000/hari atau Rp. 200.000/bulan
  • Speed Booster       : Tingkat lebih cepat Rp.5000/hari
  • Terkait dengan mekanisme pembayaran, melalui website AHA yang sangat interaktif dan terintegrasi, para pengguna memiliki kemudahan layanan cepat mulai dari; mengubah mekanisme charging dari volume based atau time based maupun sebaliknya,  pemilihan berbagai paket unlimited, proses isi ulang pulsa, cek saldo, pergantian paket dari post paid atau pre paid maupun sebaliknya, sehingga para pengguna tidak perlu repot harus mendatangi gerai atau service center lagi karena semua dapat dilakukan sendiri melalui website Aha.

–          Strategi Placing, meliputi:

Pada saat ini AHA difokuskan kepada pelanggan di daerah kota-kota besar, seperti: Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, Jabodetabek, Denpasar, Solo, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, dan Medan. Adapun target pasar AHA lebih fokus kepada pelajar, kalangan menengah, kalangan yang membutuhkan internet cepat dan murah. Perangkat keras layanan AHA ini dipasarkan melalui gerai-gerai ESIA, dibawah PT Bakrie Telecom, yang sudah ada di kota-kota besar tersebut. Calon pelanggan yang ingin mendapatkan layanan AHA dapat mendatangi gerai-gerai ESIA yang dimaksud.

–          Strategi Promotion, meliputi:

Promosi produk AHA dilakukan melalui media massa surat kabar yang cakupan pembacanya meliputi kota-kota besar tersebut. Selain itu, banner-banner di tempat-tempat publik juga dimanfaatkan untuk mengenalkan produk AHA kepada masyarakat. Website dan Customer call dimanfaatkan untuk membantu calon pelanggan yang ingin mendapatkan informasi yang lebih detail.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penelitian yang dipaparkan di atas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah:

–          Apakah karakteristik produk AHA yang ditawarkan berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian produk AHA?

–          Apakah harga produk AHA yang ditawarkan memberikan pengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian produk AHA?

–          Apakah metode distribusi perangkat dan layanan AHA memberikan pengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian produk AHA?

–          Apakah promosi yang dilakukan untuk produk AHA memberikan pengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian produk AHA?

–          Apakah karakteristik produk, harga yang ditetapkan, metode distribusi dan promosi secara bersama-sama mempengaruhi secara positif keputusan pembelian produk AHA?

TUJUAN PENELITIAN

Dengan permasalahan penelitian sebagaimana dirumuskan di atas, maka penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh strategi bauran pemasaran 4P yang dilaksanakan oleh PT Bakrie Connectivity untuk produk layanan data internet AHA terhadap keputusan pembelian. Pengaruh bauran pemasaran ini dilihat dalam pandangan strategi yang bekerja sendiri-sendiri (parsial) maupun pandangan bahwa strategi bekerja secara simultan (bersama-sama).

MANFAAT PENELITIAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah deskripsi tentang pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian produk AHA. Informasi yang didapat dari penelitian ini dapat digunakan oleh manajemen PT Bakrie Connectivity untuk menganalisa lebih detil mengenai strategi bauran pemasarannya, dalam rangka meningkatkan volume penjualan produk AHA.

Jika disimpulkan bahwa strategi bauran pemasaran sudah memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk AHA, maka kesimpulan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk meneliti lebih lanjut penyebab tidak terpenuhinya target penjualan produk AHA.

KERANGKA KONSEPTUAL

Sebenarnya, teori tentang keputusan pembelian telah sangat banyak dirumuskan oleh para peneliti dewasa ini. Akan tetapi, pada penelitian ini, keputusan pembelian akan dianalisa berdasarkan strategi bauran pemasaran karena bauran pemasaran adalah tahapan yang paling mendasar untuk mengenalkan produk baru di pasar, sebagaimana tahapan yang sekarang dilalui oleh produk AHA.

Bauran Pemasaran 4P diperkenalkan pertama kali oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management (1994). Ada empat pilar yang mesti diperhatikan oleh manajemen dalam memasarkan produknya, yaitu karakteristik produk yang ingin dibuat (product), harga yang ingin ditetapkan (pricing), cara pendistribusian produk ke pelanggan (placing) dan cara merangsang calon pelanggan untuk membeli produk (promotion).

Teori tentang Product

Menurut Porter (1996), keunggulan suatu produk agar dapat diterima dan bertahan di pasar ditentukan oleh ciri khas atau keunikan produk tersebut dibandingkan dengan produk lain yang ada di pasar.

O’Conner (1994) menyebutkan bahwa karakteristik kualitas produk yang menentukan kelebihannya dalam pandangan pengguna atau pelanggan.

Inovasi produk juga merupakan salah satu pendorong daya saing bagi produk dan perusahaan. Menurut Everett M. Rogers (1961), inovasi dapat dilakukan dengan penciptaan gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang.

Teori tentang Pricing

Dalam Philip Kotler dan Gary Armstrong (2010), strategi dalam penetapan harga bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya: harga bundling, harga predatory, harga berbasis kompetisi, harga cost plus, harga berorientasi pasar, harga premium, harga psikologis, harga dinamis, dll.

Penggunaan strategi harga sangat bergantung dengan kondisi yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan. Dalam kasus produk AHA, perusahaan menggunakan strategi berbasis kompetisi yang dikombinasikan dengan harga berorientasi pasar. Harga layanan AHA ditetapkan lebih murah dibandingkan layanan lain dalam rangka memenangkan kompetisi dengan para pesaing. Harga yang rendah ini juga digagas untuk memenuhi kebutuhan sasaran pelanggan yang menghendaki layanan internet murah.

Teori tentang Placing

Yang paling mendasar dalam strategi placing adalah metode yang paling memungkinkan produk dapat diakses oleh calon pelanggan (Kotler, 1994). Pada kasus produk AHA, manajemen memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada untuk membangun skala ekonomis dibanding jika harus membangun infrastruktur baru.

Menurut Losch, Lokasi penjualan sangat berpengaruh lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen makin malas membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar lokasi produksi berada di pasar atau di dekat pasar.

Teori tentang Promotion

Menurut Philip Kotler (1997 : 153) proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran dan rangsangan lain. Bauran promosi yang meliputi periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling), hubungan masyarakat (public relation) dan publisitas(publicity), promosi penjualan (sales promotion), dan pemasaran langsung (direct marketing) adalah bagian dari rangsangan pemasaran yang merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan.

Menurut Schoell (1993:424), Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan.

Sehingga jika digambarkan, maka kerangka konseptual yang menjelaskan pengaruh strategi bauran pemasaran 4P terhadap volume penjualan produk AHA adalah sebagai berikut:

Grafik: Kerangka Konseptual

HIPOTESIS

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan kerangka konseptual yang telah dibangun, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan menjadi sebagai berikut:

  1. Karakteristik produk AHA berpengaruh positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli atau tidak membeli produk AHA.
  2. Harga produk AHA yang ditetapkan berpengaruh positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli atau tidak membeli produk AHA.
  3. Pola distribusi produk AHA berpengaruh positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli atau tidak membeli produk AHA.
  4. Promosi yang dilakukan untuk produk AHA berpengaruh positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli atau tidak membeli produk AHA.
  5. Produk, Harga, Pola Distribusi dan Promosi secara bersama-sama memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pelanggan untuk membeli atau tidak membeli produk AHA.

OPERASIONALISASI VARIABEL

Pertanyaan 

Utama

Pertanyaan Penelitian Pertanyaan Spesifik 

(Dijawab dalam skala liker 1-5, tidak setuju-setuju)

Sasaran 

Pertanyaan

Pengaruh strategi bauran pemasaran 4P produk AHA terhadap keputusan pembelian oleh pelanggan dan target pasar Apakah karakteristik produk AHA berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh pelanggan dan target pasar? 

Sampel – Pelanggan 

–    Internet AHA tidak mengalami interupsi

–    Kecepatan internet AHA sangat cepat

–    Akses internet AHA lebih cepat dibanding produk pesaing

–    Google chrome dalam internet AHA memudahkan internet brwosing

Saya melanggan AHA karena aksesnya yang cepat dan feature lain yang memudahkan

Sampel – Non Pelanggan

Tawaran kecepatan Internet AHA lebih bagus dengan pesaing

Feature yang ditawarkan menarik

Google chrome lebih menarik dibanding browser yang lain

Feature AHA mempengaruhi keputusan untuk tidak membeli

Sampel – Pelanggan 

Sampel – Non Pelanggan

Apakah harga produk AHA yang telah ditetapkan berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh pelanggan dan target pasar? 

Sampel Pelanggan 

–    Tarif AHA murah

–    Tarif AHA lebih murah dibanding pesaing

–    Alternatif paket menguntungkan pelanggan

–    Mekanisme pembayaran tagihan memudahkan

–    Tarif murah dan mekanisme pembayaran tagihan AHA yang mudah mendorong untuk melanggan AHA

Sampel Non-Pelanggan

–    Tarif AHA murah

–    Tarif AHA lebih murah dibanding pesaing

–    Alternatif paket menguntungkan pelanggan

Mekanisme pembayaran tagihan memudahkan

–    Tarif murah dan mekanisme pembayaran tagihan AHA yang mudah mendorong untuk melanggan AHA

 

Sampel – Pelanggan 

Sampel – Non Pelanggan

Apakah distribusi produk AHA berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh pelanggan dan target pasar? 

Sampel Pelanggan 

Gerai ESIA penyedia AHA gampang ditemui

Produk AHA mudah didapat

Lokasi gerai ESIA dan kemudahan mendapatkan AHA mendorong untuk melanggan AHA

Sampel Non Pelanggan

Gerai ESIA penyedia AHA gampang ditemui

Produk AHA mudah didapat

Lokasi gerai ESIA dan kesulitan mendapatkan AHA mendorong untuk tidak melanggan AHA

Sampel – Pelanggan 

Sampel – Non Pelanggan

Apakah distribusi produk AHA berpengaruh terhadap keputusan pembelian oleh pelanggan dan target pasar? 

Sampel Pelanggan 

Sering membaca iklan AHA

Website AHA informatif menjelaskan produk AHA

Customer call informatif menjelaskan produk AHA

Iklan AHA membantu memahami produk AHA

Iklan AHA mendorong keputusan untuk melanggan AHA

Sampel Non-Pelanggan

Sering membaca iklan AHA

Website AHA informatif menjelaskan produk AHA

Customer call informatif menjelaskan produk AHA

Iklan AHA membantu memahami produk AHA

Iklan AHA tidak mendorong keputusan untuk melanggan AHA

Sampel – Pelanggan 

Sampel – Non Pelanggan

STRATEGI PENELITIAN

Jenis Penelitian

Berdasarkan latar belakangnya, maka penelitian ini dirancang sebagai jenis penelitian terapan yang secara khusus membahas kasus yang dialami oleh PT Bakrie Connectivity dalam menjual produk AHA mereka. Berdasarkan tujuannya, maka penelitian ini dirancang sebagi penelitian deskriptif asosiatif yang ingin menguji ada atau tidaknya pengaruh bauran pemasaran terhadap volumen penjualan.

Berdasarkan data yang akan diambil, maka penelitian ini akan lebih fokus kepada penelitian data kuantitatif. Proses pencarian data kualitatif mungkin diperlukan pada persiapan penelitian, terutama dalam rangka mengidentifikasi lebih detil strategi-strategi yang sudah diterapkan perusahaan termasuk juga profil pelanggan di berbagai daerah.

Berdasar tekhnik yang akan digunakan, penelitian ini dirancang sebagai penelitian survey untuk pengambilan sampel yang diambil dari populasi pelanggan AHA dalam periode Juli – Desember 2010 dan non-pelanggan AHA. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data di lapangan melalui penyebaran kuesioner.

Jenis dan Pengambilan Data

Data yang akan diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data yang diambil secara langsung dari responden melalui kuesioner. Sedangkan data sekunder meliputi data-data yang dimiliki oleh manajemen PT Bakrie Connectivity berupa antara lain: data penjualan, laporan rugi-laba, data pelanggan, dokumen-dokumen strategi.

Data sekunder akan diambil langsung dari manajemen PT Bakrie Connectivity melalui wawancara dan pengambilan dokumen terkait untuk ditelaah. Informasi yang didapat dari wawancara dengan manajemen dan telaah atas dokumen terkait akan memberi masukan yang berharga dalam penyusunan strategi penelitian lebih terperinci. Data tentang pelanggan akan dimanfaatkan juga dalam proses pengambilan sampel.

Data primer akan diambil dengan mengirim kuesioner kepada responden terpilih melalui e-mail atau tautan laman kuesioner yang dapat mereka isi secara langsung melalui akun pelanggan mereka, dan kemudian dikirim kembali ke peneliti melalui laman tersebut juga. Metode ini memungkinkan karena manajemen PT Bakrie Connectivity memiliki data yang lengkap mengenai pelanggan, termasuk juga memanfaatkan akun pelanggan yang dimiliki oleh setiap pelanggan AHA.

Metode Penyampelan (Sampling)

Populasi dari data primer yang akan diambil melalui kuesioner adalah keseluruhan pelanggan AHA di Indonesia yang terdaftar dalam periode Juli – Desember 2010 dan target pasar yang tidak membeli produk AHA dimana AHA ditawarkan.

Sampel penelitian ini akan diambil dari populasi tersebut dengan menggunakan langkah sebagai berikut:

  • · Sampel – Pelanggan AHA

Purposive Sampling dalam penentuan kota responden

Saat ini AHA dapat melayani pelanggan di kota Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, Jabodetabek, Denpasar, Solo, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, dan Medan. Penelitian ini tidak akan mengambil responden yang merepresentasikan seluruh kota tersebut, tetapi responden akan diambil dari beberapa kota dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, seperti: jumlah pelanggan di kota tersebut, profil kota, rata-rata profil pelanggan, jumlah komplain di kota tersebut, dll.

Stratified Sampling dalam pengelompokan pelanggan di masing-masing kota terpilih

Setelah penentuan kota, maka populasi pelanggan di kota-kota terpilih akan distratifikasi (stratified sampling) berdasarkan profilnya, yaitu: pelanggan perusahaan, pelanggan mahasiswa dan pelajar, pelanggan rumah tangga dan pelanggan pekerja.

Simple Random Sampling

Berdasarkan populasi pelanggan masing-masing kota (yang terpilih), yang sudah distratifikasi, responden akan dipilih dengan metode simple random sampling untuk setiap kelompok populasi berdasarkan stratifikasi. Jumlah sampel di masing-masing kota akan ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah pelanggan.

  • · Sampel – Non Pelanggan AHA

Sampel dengan profil non-pelanggan AHA juga akan diambil untuk menentukan faktor-faktor apa dalam bauran pemasaran yang mempengaruhi mereka untuk tidak membeli. Sampel-Non Pelanggan AHA juga akan diambil dari kota-kota terpilih untuk mengambil sampel-pelanggan. Cara pengambilan sampel-non pelanggan AHA dilakukan dengan metode snowball berbasis metode referensi, yaitu dengan meminta kepada sampel-pelanggan untuk memberikan referensi (teman, saudara, keluarga), yang bukan pelanggan AHA tetapi berlanggan produk pesaing AHA, yang dapat dijadikan sampel penelitian ini.

Sampai dengan 8 Desember 2010, jumlah pelanggan AHA sebanyak 62.983. Diprediksikan sampai dengan 31 Desember 2010, pelanggan AHA menjadi sebanyak 63.200 pelanggan.

Sebenarnya ada banyak sekali formula untuk penentuan jumlah sampel, dan ini ditentukan oleh tingkat keakuratan penelitian yang diinginkan.  Jumlah sampel berlatar belakang sebagai pelanggan (n), yang akan diambil dalam penelitian ini, akan ditentukan berdasarkan formula sampling yang disusun sebagai berikut (Zigmund, 2000):

n = [Z.S / E]^2

(dimana Z adalah nilai standard sesuai dengan tingkat keyakinan, S adalah standar deviasi sampel atau estimasi standar deviasi populasi dan E adalah tingkat kesalahan yang dapat diterima).

Dengan metode ini, maka sampel diharapkan mampu mengarahkan hasil penelitian sesuai dengan tingkat keyakinan yang telah ditetapkan di awal penelitian.

Model Kuesioner

Kuesioner akan disiapkan dalam bentuk terstruktur dan tidak disembunyikan. Pertanyaan akan dibuat berurutan dalam masing-masing kategori bauran pemasaran dan memungkinkan responden memahami maksud dari pertanyaan yang diajukan.

Kuesioner akan disiapkan dalam skala likert 1-5, dari sikap “tidak setuju” menuju “setuju”.

Uji Validitas dan Reliabilitas (Keandalan) Kuesioner

Sebelum kuesioner digunakan untuk penelitian, rancangan kuesioner akan diujicobakan dulu kepada 75 responden diluar sampel yang akan diambil untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner tersebut. Kuesioner yang valid dan reliable akan mengarahkan kepada terciptanya hasil penelitian yang valid dan relaible pula.

Validitas kuesioner mengandung pengertian bahwa kuesioner tersebut mampu mengukur apa yang memang ingin diukur dalam penelitian ini. Uji validitas kuesioner dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi hasil kuesioner atas 75 sampel uji coba. Untuk menguji signifikansi dari korelasi ini, maka akan diuji lanjut dengan rumus t-test. Jika nilai t hitung pada hasil sampel uji coba ini lebih besar dari t tabel maka kuesioner dianggap telah valid.

Keandalan kuesioner mengandung pengertuan bahwa kuesioner sebagai alat ukur tersebut memberikan hasil yang konsisten jika diujikan pada orang yang sama berulang-ulang tetapi dengan waktu yang berbeda. Pada penelitian ini, keandalan kuesioner akan diuji dengan mengecek konsistensi internal-nya; yaitu dilakukan dengan mencobakan instrumen sekali saja kemudia data yang diperoleh dianalisa dengan formula tertentu. Formula yang akan digunakan untuk menguji keandalan kuesioner penelitian ini adalah dengan formula Kuder Richardson 20 (KR. 20), sebagai berikut:

Ri = [k / (k-1)] [(s^2 – ∑p.q.) / s^2]

(Dimana k adalah jumlah item dalam instrumen, p adalah proporsi banyaknya subyek yang menjawab pada item 1, q = 1 – p, dan s adalah total varians).

Analisa Data

Rumusan Hipotesis penelitian ini adalah:

Ho: b1, b2, b3, b4 = 0, yaitu bauran pemasaran produk AHA tidak berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap keputusan pembelian AHA

H alternatif: bi,b2,b3,b4 ≠ 0, yaitu bauran pemasaran produk AHA berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap keputusan pembelian AHA

Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa regresi logistik, yaitu analisis regresi yang digunakan ketika variabel dependennya (respon) merupakan variabel dikotomi. Variabel dikotomi biasanya hanya terdiri atas dua nilai, yang mewakili kemunculan atau tidak adanya suatu kejadian yang biasanya diberi angka 0 atau 1, dalam hal ini membeli atau tidak membeli.

Dengan standar rumusan sebagai berikut:

Log (P / 1 – P) = b0.0 + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3 + b4.X4

Dimana:

P          : kemungkinan bahwa Y (keputusan pembelian) =1

b          : koefisien regresi

X1       : nilai produk dalam penilaian responden

X2       : nilai harga dalam penilaian responden

X3       : nilai distribusi dalam penilaian responden

X4       : nilai promosi dalam penilaian responden

Setelah regresi didapatkan, maka pengaruh korelasi diukur dengan uji t dan uji F, sebagai berikut:

–          Uji t dilakukan untuk mengukur pengaruh X terhadap Y dengan secara individual/parsial. Misalnya pengaruh X1 terhadap Y dengan asumsi X yang lain konstan. Hipotesisnya:

  • Ho: b1 = 0, produk tidak mempengaruhi secara positif keputusan pembelian
  • Ha: b1 > 0, produk mempengaruhi secara positif keputusan pembelian

Dengan tingkat keyakinan 95%, jika t tabel < t hitung < t tabel, maka H0 diterima. Jika

–          Uji F dilakukan untuk mengukur pengaruh X dan Y secara bersama-sama/simultan. Hipotesisnya:

  • Ho: b1,b2,b3.b4 = 0, keseluruhan bauran pemasaran secara bersama-sama tidak berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian
  • Ha: b1, b2, b3, b4 > 0, keseluruhan bauran pemasaran secara bersama-sama berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian

PENGECEKAN KEABSAHAN PENELITIAN

Untuk memastikan bahwa penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang akurat, maka penelitian ini akan melakukan uji multikoliniearitas dan uji heterokedastisitas.

Uji multikoliniearitas dilakukan untuk menguji apakah ada korelasi yang erat antar variabel-variabel independen. Regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah multikoliniearitas.

Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah ada perbedaan varians antar pengamatan. Jika tidak ada perbedaan varians maka disebut sebagai masalah heterokedastisitas. Regresi yang baik tidak memiliki masalah heterokedastisitas.

PERTIMBANGAN ETIKA PENELITIAN

Penelitian ini akan menerapkan kode etik secara ketat. Pertimbangan etika utama antara lain adalah:

Respect to Persons

Sebelum diteliti, calon responden akan mendapat penawaran apakah mereka bersedia menjadi obyek/reponden penelitian ini. Mekanisme Informed Consent akan diterapkan sebelum depth-interview dilaksanakan.

Beneficence

Kebaikan, kemanfaatan atau kerahasiaan responden tetap menjadi prioritas penelitian ini. Penelitian ini tidak akan mengorbankan atau merugikan responden. Menghentikan penelitiannya, jika penelitian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian, bahaya, kerusakan, atau kecelakaan kepada subyek dan/atau obyek penelitian (dimensi fisik, psikologik, sosial), dan/atau lingkungan.

Justice

Penelitian ini menjunjung tinggi asas keadilan dan tidak menoleransi sama sekali diskriminasi atas Suku, Agama dan Ras tertentu.

Bagi peneliti, kode etik profesional juga akan diterapkan agar penelitian berjalan dengan lancar dan berkualitas. Beberapa isu terkait kode etik profesional antara lain adalah:

–          Peneliti menjunjung tinggi nama baik Universitas Indonesia.

–          Peneliti mengutamakan kejujuran dan keadilan,

–          Peneliti mampu mengkaji, memahami, serta dapat menjelaskan keuntungan/manfaat, dan risiko penelitian yang akan dilaksanakannya

–          Peneliti mempertahankan hak yang dimiliki subyek peneliti untuk mendapat privasi kerahasiaan

–          Peneliti menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam penelitian, dengan prinsip menghargai martabat manusia.

Peneliti menjaga hubungan antar peneliti dan hubungan mentoring

Peneliti menjaga hak kekayaan intelektual dan anti plagiarism.

Keseluruhan proses penelitian akan menganut kode etik penelitian dan profesional secara ketat.

PROFIL PENELITI

Peneliti yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 10 orang dengan sususan sebagai berikut:

Ketua Tim Peneliti                  : 1 orang

Peneliti Senior (Supervisor)    : 3 orang

Peneliti Junior (Pelaksana)      : 6 orang

Penelitian ini akan membentuk 3 tim peneliti, yang masing-masing terdiri dari 1 supervisor dan 2 pelaksana. Masing-masing tim peneliti akan mendapat bagian sampel untuk dilakukan penelitian.

JADWAL PENELITIAN

Penelitian diharapkan dapat selesai dalam waktu 3 bulan, dengan alokasi sebagai berikut:

4 minggu         : Persiapan penelitian (Desain, proposal, Review Literatur, Pembuatan kuesioner)

4 minggu         : Penyebaran dan pengumpulan Kuesioner

4 minggu         : Pengolahan dan Analisa kuesioner

2 minggu         : Penyusunan laporan penelitian

1 minggu         : Penyampaian hasil laporan penelitian

Dengan rincian sebagai berikut:

BIAYA PENELITIAN

Penelitian akan memerlukan dana dengan perincian sebagai berikut:

PENUTUP

Demikian proposal ini disusun, semoga memberikan gambaran yang jelas dan lengkap bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Sutrisno, Metodology Research, Yogyakarta: Andi Offset, 1989

Moleong, Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya,

2004

Nur Indriantoro, Supomo, B., (1999), Metodologi Penelitian Bisnis,

Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta

Tugas Literature Review dimana menurut saya bahasan yang aku ambil kurang nendang, mendalam, dan masih umum belum terlalu spesifik. Mungkin nanti judul tesis yang saya ambil lebih kearah perbaikan SDM corporate/efek merger/QoS perusahaan/Management Pemasaran.. we will see…

 

Strategi pemasaran ritel terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen

Pendahuluan

Industri ritel pada pasar modern Indonesia mengalami pertumbuhan dan persaingan yang pesat, terdapat 62 perusahaan ritel dengan sekitar 2700 gerai yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (http://republika.co.id/koran_detail.asp). Pertumbuhan omset sektor ritel nasional yang mencakup modern dan tradisional diperkirakan mencapai 15% menjadi 109,59 triliun pada 2009 dibandingkan 2008 yang sebesar Rp.95.3 triliun. Perkiraan pertumbuhan omset sektor ritel 2009 ini menurun dibandingkan realisasi 2008 yang tumbuh hingga 21.1% dan 2007 yang tumbuh 15.2% (http://indocashregister.com). Berdasarkan pada fakta yang ada, perkembangan dan persaingan industry ritel di Indonesia sangat kompetitif. Sehingga setiap ritel harus melakukan strategi pemasaran dengan baik agar mampu bersaing dengan usaha sejenis. Menurut Lamb, Hair, dan Mc Daniel (2001), bauran pemasaran ritel adalah kombinasi elemen-elemen produk, harga, lokasi, promosi, desain toko, dan pelayanan eceran untuk menjual barang dan jasa pada konsumen akhir yang menjadi pasar sasaran. Sedangkan menurut Zeithaml dan Bitner (2001) menyatakan bahwa konsep bauran pemasaran tradisional terdiri dari 4P (product, price, place, promotion). Oleh karena itu, perusahaan harus dapat mengkombinasikan unsur-unsur bauran ritel tersebut dalam proporsi yang tepat agar dapat memuaskan pasar sasaran dan tetap sejalan dengan sasaran perusahaan dalam bidang pemasaran secara keseluruhan.

Konsep pemasaran menegaskan bahwa kesuksesan sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuannya sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengindetifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan sasarannya dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisisen, serta menjaga loyalitas pelanggan. Menurut Barsky (1992) kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu usaha. Kesuksesan bisnis sangat tergantung pada faktor kepuasaan yang dirasakan oleh konsumen khususnya bagi pelanggan. Tidak ada satupun bisnis atau organisasi yang dapat sukses tanpa membangun kepuasan dan keloyalitasan pelanggan (Timm, 2005). Para konsumen yang puas dengan nilai yang didapat dari suatu produk atau jasa pihak ritel sangat besar kemungkinan menjadi pelanggan setia. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi kepuasan dan persepsi pelanggan terhadap mutu pelayanan adalah bagaimana menangani keluhan dari pelanggan (Richard, 2001). Menurut Mowen (1990) penanganan keluhan yang dilakukan oleh retailer menciptakan dua akibat, pertama yaitu penanganan keluhan yang baik dalam perusahaan dapat menciptakan kepuasan pelanggan, kedua yaitu perusahaan gagal menangani keluhan, maka hal terburuk konsumen akan menceritakan hal buruk yang dialami kepada orang lain. Ritel memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk laba dan menjaga loyalitas konsumen. Ritel dengan kualitas tinggi memberikan kemungkinan untuk diferensiasi, loyalitas, dan profitabilitas, sementara ritel dengan kualitas yang lebih rendah memberikan perang harga dengan penekanan terhadap sensitivitas harga pada konsumen (Stanford, 1994 ; Martineau, 1958) menyimpulkan bahwa ritel seharusnya membangun figur positif dan jelas untuk menjadi pilihan alternatif di dalam pikiran konsumen.

Kepuasan menurut (Jhon dan Michael, 1998, p4.4) pelanggan mengalami salah satu dari tingkat kepuasan yang umum, kalau kinerja di bawah harapan pelanggan akan kecewa, kalau kinerja sesuai dengan harapan pelanggan puas, kalau melebihi harapan pelanggan sangat puas atau gembira.

Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dia rasakan dengan harapannya (Kotler, 2000, p.36). Pada umumnya harapan dari pelanggan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang diterimanya bila mereka membeli atau mengkonsumsi suatu produk. Kepuasan ini mendatangkan keuntungan karena biaya mendapatkan pelanggan baru lima kali lebih tinggi daripada mempertahankan yang sudah ada. Kepuasan pelanggan dapat diciptakan melalui pemasaran perusahaan yang dapat menjadi unsur-unsur stimuli bagi perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dalam pembelian. Salah satu bentuk stimuli yang dapat mempengaruhi konsumen dan merupakan faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan adalah stimuli pemasaran yaitu melalui unsure-unsur marketing mix (Assael, 1992 ; Zeithaml dan Bitner, 2001)

Kepuasan menyeluruh adalah suatu evaluasi global yang terdiri atas kepuasan komponen-komponen atribut dari suatu barang atau jasa (Mittal, Ross, and Baldasare). Sebagai contoh, (Brookman,2004. p.5) mencatat bahwa citra merk seharusnya digunakan untuk menghubungkan barang dagangan dengan desain pada toko. Dengan kata lain, store manager perlu berkonsentrasi lebih pada content yang berorientasi produk ketika mereka mendesain tata letak fasilitas toko (Brookman, 2004, p.5; Parker et al, 2003, p.32) juga menyarankan bahwa pencitraan merk yang baik akan mengarahkan kepada penjualan yang baik pula. (Ailawadi and Keller, 2004, p.1) menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara merk dan persepsi konsumen terhadap pencitraan toko.

Selain kepuasan pelanggan menjaga keloyalitasan pelanggan juga merupakan faktor yang sangat penting. Menurut (Omar, 1999; Chang dan Tu, 2005), pada era modern loyalitas dapat ditentukan langsung oleh ekspektasi pelanggan terhadap produk dan jasa yang ditawarkan atau aplikasi bauran pemasaran ritel yang ditetapkan. Adapun pengukuran terhadap loyalitas dapat dilakukan dengan sikap dan perilaku. Menurut Gale (1997) mengatakan bahwa tingkat loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap nilai yang ditawarkan oleh perusahaan. Pelanggan membentuk suatu harapan terhadap nilai dan bertindak, sehingga pelanggan akan mengevaluasi atau memperhitungkan penawaran mana yang akan memberikan nilai tertinggi (Pasuraman, et.al, 1998). Sehingga, apabila produk dapat memenuhi harapan dari pelanggan dia akan kembali lagi untuk melakukan pembelian ulang. Maka dari itu, loyalitas pelanggan sangat diperlukan untuk meningkatkan omset perusahaan.

Kepuasan Pelanggan

Didalam dunia industri ritel khususnya menghadapi persaingan yang terjadi, kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan suatu usaha. Dengan memuaskan konsumen, organisasi dapat meningkatkan tingkat keuntungannya dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas (Barsky, 1992).

Kepuasan pelanggan dipercaya sebagai salah satu faktor sukses suatu usaha, maka banyak studi yang dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Sejauh mana penerimaan kualitas suatu produk terhadap ekspetasi konsumen. Apabila, kualitas produk melebihi harapan konsumen maka konsumen puas, akan tetapi bila dibawah harapan konsumen maka konsumen tidak puas (Kotler,2000). Kepuasan konsumen merupakan evaluasi pembelian dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasilnya tidak memenuhi harapan (Engel et.al, 1990). Sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan pelanggan merupakan suatu perasaan, harapan, atau penilaian emosional dari pelanggan atas suatu penggunaan produk atau jasa. Dan penilaian kepuasan mempunyai tiga bentuk yang berbeda yaitu kinerja lebih baik dari harapan, kinerja sama dengan harapan, dan kinerja lebih buruk dari harapan.

Pengukuran kepuasan (Kotler, 1994) dapat diukur dengan berbagai cara kepuasan dengan menanyakan secara langsung kepada konsumen dengan menggunakan skala. Metode lain dengan meminta konsumen membuat daftar yang disarankan untuk perbaikan.

Loyalitas pelanggan

Menurut Kotler (2005), loyalitas konsumen adalah suatu pembelian ulang yang dilakukan oleh seorang pelanggan karena komitmen pada suatu merk atau perusahaan. Ada dua faktor yang mempengaruhi suatu konsumen untuk loyal: pertama, faktor harga sesorang tentu akan memilih perusahaan atau merk yang menurutnya menyediakan harga yang murah diantara pilihan yang ada, kedua, faktor kebiasaan sesorang yang telah terbiasa menggunakan suatu merk akan sulit untuk berpindah ke perusahaan atau merk yang lain.

Pelanggan yang loyal memiliki cirri-ciri antara lain melakukan pembelian secara berulang pada badan usaha yang sama, membeli lini produk dan jasa yang ditawarkan oleh badan usaha sama, memberitahu kepada orang lain tentang kepuasan-kepuasan yang didapat dari badan usaha dengan menunjukkan kekebalan terhadap tawaran-tawaran dari badan usaha pesaing (Griffin, 1995). Loyalitas sebagai suatu kondisi dimana pelanggan mempunyai sikap positif terhadap suatu merk, mempunyai komitmen pada merk tersebut, dan bermaksud untuk meneruskan pembeliannya dimasa mendatang (Mowen and Minor, 1998). Menurut Uncles and Laurent (1997) . Sehingga loyalitas konsumen dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa. Loyalitas konsumen merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasaan konsumen dalam menggunakan fasilitas maupun jasa pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Loyalitas sebagai bukti konsumen yang selalu menjadi pelanggan, memiliki sikap positif yang loyal terhadap perusahaan.

Ada empat tahap dalam mengukur loyalitas (Oliver, 1997) :

a.           Loyalitas kognitif berhubungan langsung dengan informasi yang tersedia dalam barang atau jasa dalam harga dan manfaatnya. Loyalitas pada tahap ini tergolong rendah karena jika toko lain menawarkan harga yang lebih baik atau rendah maka pelanggan akan pindah.

b.         Loyalitas afektif berhubungan dengan kenyamanan pelayanan, kebersihan toko, suasana, harga yang kompetitif, kemudahan belanja. Misalnya, berbelanja sayur di pasar trasional dan di supermarket (Carrefour).

c.          Loyalitas konatif berhubungan dengan komitmen dalam pembelian suatu produk yang spesifik.

d.         Loyalitas tindakan berhubungan dengan kebiasaan atau pembelian kembali produk secara spesifik.

Konsep Ritel

Perdagangan ritel adalah suatu kegiatan menjual barang atau jasa kepada seseorang untuk keperluan diri sendiri, keluarga, maupun dalam berumah tangga (Berman, 2001). Retailer adalah usaha bisnis yang menjual barang-barang terutama kekonsumen rumah tangga untuk digunakan secara non bisnis (Stanton, 1991). Menurut Gilbert (2003, p.14), ritel adalah setiap usaha yang mengarahkan upaya pemasarannya ke arah memuaskan pelanggan berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai sarana distribusi. Dalam saluran distribusi, ritel memegang peranan penting yaitu sebagai penghubung antara konsumen dan produsen dimana memiliki karakteristik yang berbeda. Ritel diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bagi pemasok serta meningkatkan nilai   barang   yang dijual melalui peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen. Retailer tentunya memiliki kesempatan dan posisi yang ideal untuk membangun pengalaman positif untuk konsumen (Schmitt, 2003, p.36).

Menurut Berman (2003), karakteristik dalam suatu bisnis ritel yang membedakannya dengan ensitas bisnis lain yaitu :

a.          Kuantiti yang kecil, yaitu partai kecil, dalam jumlah secukupnya untuk dikomsumsi sendiri dalam periode waktu tertentu.

b.         Impulse buying, yaitu kondisi yang tercipta dari ketersediaan barang dalam jumlah dan jenis yang sangat variatif sehingga menimbulkan banyaknya pilihan dalam proses belanja konsumen.

c.          Kondisi toko, yaitu kondisi lingkungan dan interior dalam toko.

Ritel Modern

Arti Modern disini adalah penataan barang menurut keperluan yang sama dikelompokkan dibagian yang sama yang dapat dilihat dan diambil langsung oleh pembeli, penggunaan AC, pramuniaga professional (Ma’aruf, 2005).

Ritel modern pertama kali hadir di Indonesia saat Toserba Sarinah didirikan pada 1962. Pada era 1970 s/d 1980-an,  format bisnis ini terus berkembang. Awal dekade 1990-an merupakan tonggak sejarah masuknya ritel asing di Indonesia. Ini ditandai dengan beroperasinya ritel terbesar Jepang  ‘Sogo’ di Indonesia. Ritel modern kemudian berkembang begitu pesat saat pemerintah, berdasarkan Kepres no. 99 th 1998, mengeluarkan bisnis ritel dari negatif list bagi Penanaman Modal Asing. Sebelum Kepres 99 th 1998 diterbitkan, jumlah peritel asing di Indonesia sangat dibatasi (Media data, Peta Persaingan Bisnis Ritel di Indonesia, pg. 63, 2009).

Saat ini jenis-jenis ritel modern di Indonesia sangat banyak meliputi Pasar Modern, Pasar Swalayan, Department Store, Boutique, Factory Outlet, Specialty Store, Trade Centre, dan Mall/Supermall/Plaza (Ibid, pg 90-95). Pusat perbelanjaan adalah sekelompok lokasi usaha ritel dan usaha komersial lainnya yang direncanakan, dikembangkan, dimiliki, dan dikelola sebagai satu properti tunggal (Neo dan Wing, 2005)  . Menurut (Sim, 1992), pusat perbelanjaan dipandang sebagai properti komersial yang memiliki multilantai untuk usaha ritel dan fasilitas pendukungnya, seperti tempat rekreasi, restoran, hotel, layanan medis, kantor, dan tempat tinggal.

Strategi Pemasaran Ritel

Strategi pemasaran ritel adalah pemasaran yang mengacu kepada variabel, dimana pedagang eceran dapat mengkombinasikan menjadi jalan alternatif sebagai suatu strategi pemasaran untuk dapat menarik konsumen. Variabel tersebut umumnya meliputi faktor seperti : variasi barang dagangan dan jasa yang ditawarkan, harga, iklan, promosi, dan tata ruang, desain store, lokasi store dan merchanding (Retail marketing management, 2003). Untuk menjaga kelangsungan hidup serta kemajuan dan keunggulan dalam bisnis eceran yang semakin kompetitif, maka pengelola bisnis tersebut harus berupaya menerapkan strategi berupa program bauran penjualan eceran yang diharapkan memunculkan minat konsumen.

Komponen produk, harga, tempat, dan promosi atau lebih dikenal dengan 4P (product, price, place, and promotion) dengan menitikberatkan perhatian yang berbeda-beda pada keempat variabel tersebut karena tergantung kepada sipembuat keputusan pemasarannya untuk menyesuaikan  dengan lingkungan yang cenderung berubah-ubah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai tujuan perusahaan, dimana konsep tersebut berlaku bagi bisnis eceran dengan penekanan pda faktor yang berlainan (McCarthy, 1993)

Prinsip dasar pada ritel modern yang terdiri dari 4 P:

a.          Product (Produk)

Produk menurut Kotler and Armstrong (2001) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikomsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut Porter (1996), keunggulan suatu produk agar dapat diterima dan bertahan dipasar ditentukan oleh ciri khas atau keunikan produk tersebut dibandingkan dengan produk yang lain yang ada dipasar (Porter, 1996)

b.         Price (Harga)

Strategi dalam penetapan harga bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya : Harga bundling, harga predatory, harga berbasis kompetisi, harga cost plus, harga berorientasi pasar, harga premium, harga psikologis, harga dinamis (Kotler and Armstrong, 2010). Ada tiga pihak yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan harga oleh sebuah perusahaan ritel yaitu konsumen, dirinya sendiri, dan pesaing.

Menurut Ma’ruf (2005)   , impementasi strategi harga antara lain :

–          Penetapan harga secara tetap untuk periode waktu tertentu dan harga yang ditetapkan secara variatif sesuai fluktuasi tingkat permintaan konsumen.

–          Penetapan harga ganjil, seperti Rp. 99.000, Rp. 199.000, Rp. 749.000

–          Leader pricing, penetapan harga dimana profit marginnya lebih rendah daripada tingkat yang biasa diraih bertujuan untuk menarik konsumen yang lebih banyak.

–          Penetapan harga paket, yaitu harga yang didiskon untuk penjualan lebih dari satu unit per itemnya.

–          Harga bertingkat, ini diberlakukan untuk produk yang mempunyai banyak model dan harga yang beragam.

c.          Promotion (Promosi)

Menurut Philip Kotler (1997, p.153) proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran dan rangsangan lain. Bauran promosi yang meliputi periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling), hubungan masyarakat (public relation) dan publisitas(publicity), promosi penjualan (sales promotion), dan pemasaran langsung (direct marketing) adalah bagian dari rangsangan pemasaran yang merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan.

Menurut Schoell (1993, p.424), Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan.

d.         Place (Lokasi)

Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses menjadikan barang dan jasa siap digunakan atau dikomsumsi (Kotler, 2002). Menurut  Losch, Lokasi penjualan sangat berpengaruh lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen makin malas membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar lokasi produksi berada dipasar atau dekat dengan pasar.

Lokasi adalah faktor terpenting dalam pemasaran ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibandingkan       gerai lainnya yang berlokasi kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk yang sama dengan pramuniaga yang sama terampilnya dan mempunyai citra toko yang bagus.

 

Startegi pemasaran yang baik juga harus didukung dengan kualitas pelayan yang baik. Menurut Christopher H. Lovelock et.al (1996) menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan bentuk pelayanan yang harus disesuaikan dengan harapan dan kepuasan konsumen didalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Salah satu cara perusahaan untuk tetap dapat unggul bersaing dengan memberikan pelayanan dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaingnya secara konsisten. Harapan konsumen dibentuk oleh pengalaman masa lalunya, pembicaraan dari mulut kemulut serta promosi yang dilakukan kemudian dibandingkannya. Menurut Payne (2000) membentuk model kualitas pelayanan yang menyoroti syarat-syarat utama memberikan kuliatas pelayanan diantaranya adalah :

–          Kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi management

–          Kesenjangan antara persepsi management terhadap harapan konsumen dengan spesifikasi terhadap kualitas pelayanan.

–          Kesenjangan antara spesifikasi kualitas pelayanan dan penyampaian pelayanan.

–          Kesenjangan antara pelayanan yang dirasakan dan pelayanan yang diharapkan.

Menurut Zeithaml and Bitner (2003), kualitas pelayanan mencerminkan evaluasi persepsi konsumen tentang elemen-elemen jasa (kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, dan kualitas hasil), kemudian elemen-elemen jasa akan dievaluasi berdasarkan dimensi kualitas pelayanan yang spesifik, antara lain : kehandalan, daya tangkap, jaminan, kemudahan dalam melakukan hubungan, dan bukti langsung.

 

Penutup

Dalam ritel, pelayanan bukan hanya terletak pada personalnya namun juga diperlukan pengembangan semua hal didalam toko baik yang bisa diukur maupun yang tidak bisa diukur yang dapat dilakukan untuk memuaskan pelanggan. Mengerti dampak dari citra merk produk, dan bagaimana sebuah toko harusnya diposisikan, adalah sangat penting dalam membangun figur toko. Banyak toko yang berhasil mencapai target penjualan mereka dengan menawarkan produk bermerk yang bagus dan disukai konsumen dalam pilihan produk yang luas. Namun, itu saja tidak cukup untuk menciptakan citra toko yang unik di pikiran konsumen. Membangun citra toko membutuhkan identifikasi yang cukup mengenai diferensiasi barang dan jasa terhadap yang ditawarkan oleh kompetitor, yang cenderung akan meningkatkan apresiasi dari konsumen itu sendiri. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi citra toko secara signifikan, beberapa contoh: kualitas dari barang dan jasa; penampilan toko; kualitas layanan penjualan; kualitas fasilitas toko; pengalaman dan lingkungan belanja; perilaku pelayanan karyawan; tingkat harga; dan frekuensi promosi. Ketika toko yeng berbeda menyediakan produk dan merk yang sama, menurut Kotler and Armstrong (2001), sebuah produk yang ditawarkan dipasar untuk ditawarkan, dikomsunsi, dan dimiliki. Menurut Porter (1996) seharusnya produk yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan produk yang lain. Harga dan promosi merupakan faktor langsung yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap berbagai jenis toko dan citranya. Citra toko dalam kaitannya dengan harga dan promosi akan dipengaruhi oleh tingkat harga rata-rata, variasi harga musiman, dan frekuensi serta intensitas promosi (Dickson and Sawyer, 1990). Konsumen yang berbeda memiliki persepsi yang bebeda pula terhadap keputusan pemilihan toko, merujuk kepada perbedaan citra toko di dalam benak konsumen. Memberikan  pengalaman positif bagi pelanggan melalui semua tampilan toko, tampilan staf, proses kerja, dan kualitas prima produk akan sangat menggerakkan emosi positif konsumen.Pada akhirnya faktor-faktor tersebut akan mendukung loyalitas pelanggan terhadap toko.

 

Daftar Referensi

Berman, Berry and Evans, R. Joel. 2007. Retail Management A Strategic Approach. Ten Edition. Pearson Prentice Hall.

Boyd; Jr. Harper W.; Jr. Orville C. Walker; Jean-Claude Larreche. 2000. Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Strategis Dengan Orientasi Global. Jilid 2. Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.

Business Editors/Real Estate Writers. 2003. Three Retail Outlet Industry Pioneers Partner to Develop an Upscale Outlet Center in Sussex Country pg.1

Chang, Chih-Hon and Chia-Yu Tu. 2005. Exploring Store Image, Customer Satisfaction and Customer Loyalty Relationship: Evidence from     Taiwanese Hypermarket Industry. The Journal of American Academy of Business, Cambridge Vol.7. Num.2.September.

Gale. Chernev, A. 1997. The Effect of Common Features on Brand Choice: Moderating Role of Attribute Importance, Journal of Consumer Research, Vol.23

Hendri Ma’ruf. 2005. Pemasaran Ritel. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Chu Chen,Hui and Robert D Green. 2009. Marketing Mix and Branding:Competitive Hypermarket Strategies. International journal of Management and Marketing Research, Vol.2, No.1, pp.17-34.

Kotler & Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran

Kotler, Philip &           Hermawan Kartajaya. 2010. Marketing 3.0.

Li wei, mai. 2006. A Structural Equation Model of Customer Satisfaction      and Future Purchase of Mail-Order Speciality Food. Int. Journal of Business Science and Applied Management, Vol.1

Oliver, F., Ben Shaw-Ching Liu and D. Sudharshan, 1997. The Relationship Between Culture and Service Quality Perceptions, Journal of service research vol.2 No.4, May.

Peter, J. Paul and Jerry C. Olson. 2002. Consumer Behaviour and Marketing            Strategy. Homewood. Illinois: Richard D.Irwin Incorporation.

Shergill,G.S. 2008. Customer Perceptions of Factory Outlet Stores Versus Traditional Departement Stores, Journal  Marketing Intelligence & Planning vol.28

Schmitt, Nicolas. 2009. Import, Pass-Throught, and The Structure of Retail Markets. CESifo Working Paper Series No.2817

Zeithaml, V.A. and M.J. Bitner. 2001. Services Marketing : Integrating Customer Focus Across the Firm. International Edition. McGraw-Hill, United Stated of Amerika.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Strategi Keuangan Lia

Tulisan ini dibuat pada saat aku lagi bosan-bosannya kuliah materi penulisan tesis, otak yang bener-bener penat dan jiwa raga yang masih berada dikasur serta perut yang sangat-sangat lapar.

Gak terasa bentar lagi kita akan melewati tahun 2010 dan menuju 2011. Berarti kita akan memasuki suatu babak baru yang aku sebut dengan menyongsong masa depan. Otomatis aku harus membuat plan dan strategi baru lagi demi pencapaian target baru. Masa lalu dijadikan cermin perbaikan untuk dilakukan dimasa depan. Point-point yang tidak tercapai dimasa lalu dijadian acuan untuk target di tahun 2010.

Hal yang sangat sangat ingin sekali aku lakukan yaitu membuat strategi keuangan buat tahun 2011, karena aku ngerasa tahun 2010 penghasilan yang aku dapatkan selalu minus. “Besar pasak daripada tiang” Tahun 2011, aku harus bikin plan, strategi serta mengoptimasi keuangan aku. Terutama mulai menabung lagi buat uang kuliah dan modal nikah. Secara uang tabungan aku buat 2010 telah aku gunakan buat uang kuliah aku+travelling+shopping yang gak jelas.

Nah, ditahun 2011 ini yang ingin aku lakukan buat menekan pengeluaran yang terlalu berlebihan :

1. Menghitung pendapatan bersih selama 1 bulan = pendapatan total 1 bulan – pengeluaran tetap  (Pengeluaran tetap misalnya uang kos+pulsa+belanja bulanan+zakat+taxi+dokter gigi+uang salon+uang perawatan wajah).

2. Setelah mendapat pendapatan bersih, kemudian kita mulai membagi antara uang khusus tabungan, uang sehari-hari maupun uang travelling.

3. Kemudian, kita sebisa mungkin menekan uang sehari-hari kita sesuai target, misalnya : aku memiliki hasrat kuat selalu ingin membeli sepatu dan baju, biasanya aku akan menanyakan kepada seseorang yang bener-bener pelit buat ngeluarin uang. Dia pasti akan memberi wien-wien solution yang bikin kita berpikir untuk mengeluaran uang dan yang terpenting jangan shopping sama teman kita yang ratu shopping.

4. Sebisa mungkin kita memiliki lebih dari 1 tabungan : Tabungan khusus menabung dan tabungan buat kebutuhan sehari-hari.

5. Sebisa mungkin memiliki credit card, hal ini penting buat aku karena kantor aku untuk kesehatan mesti dirembes buat bulan berikutnya. Jadi aku gak perlu memikirkan tabungan buat kesehatan, pakai CC saja hutang dibank, bulan depannya khan udah bayarin oleh kantor, baru aku lunasin dey.

6. Bikin target yang jelas dalam 1 tahun berapa budget belanja aksesoris, jangan melampauin target yang ada.

7. Bikin planning yang jelas, dalam 1 tahun aku ingin travelling ke negara/kota mana.

Adapun SWOT dalam tahun 2010 yang berhasil dicapai:

– Strengths:

1. Biaya kuliah dengan uang sendiri.

2. Target travelling baru berhasil ke singapure dan insyaallah tagl 23-26 ini mau kesana lagi.

3. Telah berhasil memiliki 11 pasang sepatu.

4. Membeli Laptop.

5. Membeli kulkas.

Weeknesses :

1. Uang tabungan 0

Opportunities :

1. membuat plan 2011 yang lebih baik dengan perbaikan dari tahun 2010

2. 2011 memulai membuat tabungan haji dan tabungan nikah

Threats :

1. Tidak memiliki tabungan di 2011.

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah saya dapat menikmati dan bertemu kembali di ramadhan tahun ini, rasanya ingin diberi umur yang panjang untuk bisa selalu menikmati bulan yang penuh berkah ini. Dibulan Ramadhan banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita dapat karena disini kita diajarkan untuk merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang serba kekurangan, terhindar dari sifat tamak dan rakus, memahami akan arti ikhlas dan disiplin, serta kita belajar makna sabar. “Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (S.al-Baqarah:183)

Di bulan yang suci ini ada baiknya kita mulai dengan melakukan perbuatan yang baik-baik, membersihkan hati, melakukan sesuatu yang bernilai sebagai ibadah, selalu berpikiran positif, menghindari gosip, serta perbanyak amal ibadah. Dibulan ramadhan tahun ini agak saya lalui dengan berat, karena 3 hari sebelum bulan ramadhan saya baru sembuh dari sakit Types, dan saya harus menjalani ibadah yaitu Kuliah dan Kerja. Pagi sampai sore saya kerja dan malamnya saya kuliah. Rasanya bener-bener letih dan lemah badan ini. Tapi saya anggap itu semuanya itu sebagai ibadah. Sakit itu sebagai pembersih dosa-dosa saya sebelumnya. Dan dengan menjalani puasa dengan tugas dan aktivitas yang bermuatan besar membuat saya lebih sabar dan tidak mengeluh apalagi marah karena takut puasa saya bisa batal kalau terlalu banyak berkeluh kesah J

Hikmah yang paling berharga di setiap bulan puasa kita diajarkan tidak kikir apalagi pelit karena dibulan puasa kita dianjurkan menyisihkan sebagian harta kita untuk berbagi. Yang perlu kita ingat sebenarnya bukan hanya dibulan puasa kita harus berbagi akan tetapi dibulan-bulan lainnya kita juga harus menyisihkan sebagian harta kita buat saudara-saudara kita yang membutuhkan karena harta yang ada dikita sekarang ini hanya titipan Allah. Jadi, kita tidak boleh tamak!!!!!!!

Alangkah indahnya bisa merasakan kemegahan dan keistimewaan bulan Ramadhan. Saya gak tau kenapa, hati ini begitu tentram dan damai kalo memasuki bulan Ramadhan. Ada perasaan bahagia yang masuk ke relung hati. Mungkin di bulan ramadhan allah menjanjikan pahala yang berlipat-lipat ganda kepada umatnya yang tekun ibadahnya. Sehingga di mesjid banyak sekali orang-orang yang berusaha mendapatkan janji Allah tersebut. Begitu banyak orang-orang yang menunggu waktu magrib di mesjid kemudian dilanjutkan dengan sholat isya kemudian tarawih. Biasanya selain bulan Ramadhan pasti mesjid kosong melompong kalo menjelang magrib. Subhanallah sekali bulan ramadhan ini!!! Satu hal lagi yang aku takjub, disiang hari banyak sekali orang-orang yang mengaji dan mendengar ceramah. Bahkan tidur pun dihitung ibadah, bener-bener Ramadhan itu bulan penuh berkah.

Betapa baiknya Allah, setelah menjanjikan berbagai pahala dan kesucian di bulan ramadhan. Allah juga menutup bulan puasa dengan Idul Fitri. Yang itu artinya penyucian diri dan harta. Karena sebelum memasuki bulan syawal Idul Fitri diwajibkan bagi hamba-hambaNya yang mampu untuk menyucikan hartanya. Yang perlu kita ingat Idul Fitri bukan berarti balas dendam karena selama satu bulan kita berpuasa. Bagi saya Idul Fitri adalah bulan kemenangan dan sebagai tolak ukur untuk menjadi yang lebih baik dalam menjalani bulan puasa tahun berikutnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.